Dream Job: Agen Asuransi



Agen asuransi telah menjadi salah satu pilihan profesi saat ini. Bagaimana tidak? Ada berbagai keuntungan yang didapatkan dengan bekerja menjual produk-produk asuransi.

Menurut Ginawati Djunaedi, Chief Agency Officer Allianz Life Indonesia, tidak ada syarat khusus untuk menjadi seorang agen asuransi. Setiap orang, apa pun latar belakangnya, bisa melamar bekerja sebagai agen. Yang penting adalah kepribadian kita, dan kemauan keras untuk bisa mencapai kesuksesan.

Anda juga tidak perlu menunggu hingga perusahaan membuka lowongan. Sekarang pun Anda bisa melamar. Perusahaan akan menyambut baik lamaran Anda dan menindaklanjutinya. Setelah itu, tentu saja akan dilaksanakan pelatihan. Anda akan diberi materi-materi yang menyangkut sejarah perusahaan, produk-produk asuransi, kiat-kiat menjaring nasabah, serta menjelaskan manfaat, dan masih banyak lagi.

Waktu pelatihan berbeda-beda, tergantung perusahaannya. Ada yang mengadakannya dalam hitungan hari, ada pula yang dalam hitungan minggu. Sesudah resmi menjadi agen, perusahaan akan mengadakan pelatihan lain lagi di waktu yang berbeda untuk terus mengasah kemampuan agen.

Dalam anggapan Fonny Torar, agen asuransi Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912, akan lebih baik bila seorang agen asuransi sudah pernah atau terlebih dulu merasakan manfaat asuransi. Dengan demikian, ia bisa tampil lebih meyakinkan saat harus mempresentasikan berbagai jenis produk asuransi. Kalau memiliki agen asuransi langganan, Anda bisa menghubunginya untuk sekadar berkonsultasi tentang kemungkinan ini.

Tak perlu modal besar
Berbeda dari jenis usaha lainnya, menjual produk asuransi tidak mengeluarkan banyak biaya. Anda tidak perlu memiliki sejumlah modal tertentu untuk memulainya. Semua produk sudah disiapkan perusahaan. Yang perlu Anda lakukan hanya memasarkannya pada calon nasabah.

Paling-paling Anda hanya perlu biaya transportasi dan komunikasi, dan sesekali biaya menjamu, untuk bisa menjangkau nasabah. Kalau memiliki beberapa nasabah yang saling mengenal, Anda bisa mengajak mereka untuk berkumpul sehingga dapat menemui mereka sekaligus. Praktis dan lebih hemat.

Bebas atur waktu
Menjadi agen asuransi tidak seperti kebanyakan pegawai lain yang terikat dengan jam kantor. Kebanyakan waktu mereka dihabiskan di luar dengan nasabah-nasabah. Ada yang mendatangi nasabah langsung ke rumah, ada yang mengunjungi ke kantor, dan ada lagi yang membuat janji bertemu di mal atau kafe.

Ini yang mengakibatkan banyak ibu rumah tangga tertarik menjadi agen asuransi. Mereka tetap bisa bekerja dan mendapatkan pemasukan tambahan tanpa harus mengorbankan kepentingan keluarga. Yang penting mereka harus pintar-pintar bagi waktu.

Ada satu hal yang perlu Anda ingat. Waktu kerja fleksibel berarti Anda juga harus mau mendatangi nasabah kapan pun ia mau atau merasa butuh. Bukan mustahil jika ia meminta Anda datang di akhir pekan. Pekerjaan agen asuransi juga melibatkan aspek melayani nasabah sebaik-baiknya.

Walaupun jam kerjanya bisa dibilang sangat fleksibel, perusahaan tetap menerapkan aturan agar kinerja agen bisa terus dipantau. Mereka meminta agen untuk memberi laporan secara berkala tentang aktivitas atau pencapaian yang sudah diraih. Bila tidak bisa datang langsung ke kantor, agen bisa melapor lewat telepon atau sural elektronik.

Komisi menggiurkan
Salah satu daya tarik bidang asuransi adalah komisinya. Meskipun bekerja sebagai agen tiak mendapatkan gaji, Anda akan memperoleh pendapatan dari komisi. Komisi ini jumlahnya beragam, sesuai nilai polis yang berhasil dijual, tapi pada umumnya angkanya cukup menjanjikan.

Semakin tinggi nilai polis, semakin besar jumlah komisi yang bisa diperoleh. Sebagai contoh, di AJB, Anda bisa mendapatkan komisi minimal sejumlah 30 persen dari nilai polis. Jadi, bila berhasil menjual polis senilai Rp 10 juta, Anda akan diberi komisi sebesar Rp 3 juta.

Itu komisi per polis, lho. "Kalau dalam sebulan bisa menjual polis kepada empat orang, total komisi yang Anda dapat bisa mencapai Rp 12 juta," terang Rizal Rais, Kepala Cabang KCE II AJB. Menguntungkan sekali, bukan?

Tanpa mengeluarkan uang, Anda bisa mendapatkan laba. Modalnya hanya supel dan rajin mencari calon nasabah. Di masa depan, Anda dapat memiliki karier gemilang di bidang ini.

Rasa Takut Bisa Menjadi Kekuatan



Seringkali rasa takut mengalahkan, dan bahkan menyulitkan kita untuk mengambil keputusan. Ingin berganti profesi, khawatir salah langkah. Punya potensi berkembang dalam karir, khawatir salah terka. Takut, menjadi alasannya; atau sebenarnya Anda tengah dimanja dalam zona nyaman?

Yusa Aziz, Coach dan CEO iCOACH, mengatakan sabotase diri (self sabotage) cenderung menutup kesempatan pengembangan diri. Sebagai ilustrasi, potensi Anda bisa bernilai milyaran tetapi Anda bertahan dengan kondisi saat ini senilai 100 juta, misalkan.

"Menjadi berbahaya ketika menjadi orang yang netral atau status quo. Dan 90 persen masyarakat berada dalam posisi netral, tidak berani bertindak dan bertahan dengan perasaan aman dan nyaman," papar Yusa dalam seminar yang diselenggarakan oleh Share Positive Minds bekerjasama dengan iCOACH di Sindang Reret Resto Jakarta.

Coach Yusa menegaskan rasa takut atau fear membuat seseorang tidak mampu maju dan berkembang. Ketakutan menjadi tidak sempurna, tidak diterima, gagal, menjadi ciri-cirinya.

Polanya, menurut Yusa adalah, alam bawah sadar membentuk self sabotage, lalu menutup segala kemungkinan untuk berkembang. Sederhananya, jika ingin berkembang hancurkan lebih dahulu self sabotage dalam diri Anda.

"Fear bisa menjadi kekuatan dengan mengubahnya menjadi keyakinan (faith), antusiasme (enthusiasm), tindakan (action) lalu kemudian menghasilkan (result)," jelasnya.

Bagaimana mensinkronkan otak kanan dan kiri Anda kemudian akan membantu Anda mengalahkan rasa takut? Setidaknya mulai dari tahap ini terlebih dahulu. Kemudian, Yusa menerangkan, perangi kebiasaan buruk dalam keseharian. Program diri sendiri dengan menulis hal positif, rekam, dan afirmasikan. Ini menjadi terapi personal yang bisa mengubah kebiasaan buruk Anda, yang disebut oleh Yusa sebagai mental block.

"Perubahan mindset semacam ini akan membantu seseorang dalam membuiat pilihan-pilihan dalam hidupnya,"

7 Topik Terlarang di Kantor


Anda dan teman kantor sudah sehati, semakan siang, dan seperjalanan. Namun, tak semua hal bisa Anda ceritakan. Berikut adalah 7 topik pembicaraan terlarang untuk didiskusikan dengan teman kantor meski ia teman terbaik Anda.

Gaji Anda
Ini topik yang sangat sensitif digosipkan di acara makan siang. Banyak perusahaan yang mewanti-wanti karyawannya untuk tidak saling membocorkan gaji. Seberapa dekat pun hubungan dengan sahabat, sebaiknya hindari buka-bukaan soal ini. Biarlah besarnya gaji yang Anda terima hanya Anda, HRD manager, dan tembok ruang HRD yang tahu. Kalau teman memaksa Anda untuk memberi tahu, alihkan pembicaraan ke topik lain. Atau, kalau dia tetap keukeuh, jawab saja secara diplomatis, "Yaah, samalah dengan gaji kamu."

Bila Anda membocorkan rahasia ini dan berimbas pada suasana kantor yang tidak menyenangkan, Anda akan dianggap sebagai orang yang tidak bisa memegang kepercayaan perusahaan.

Tumpukan Pekerjaan
Tumpukan pekerjaan yang menggunung dan deadline yang tak masuk akal tetap bukan alasan untuk menyebarkan virus bete Anda kepada rekan kerja. Berkeluh kesah tentang pekerjaan kepada rekan kerja bukan solusi untuk memecahkan persoalan Anda. Apakah dengan curhat kepada teman, pekerjaan Anda akan berkurang? Apakah teman Anda langsung mengulurkan tangannya menawarkan bantuan? Hmm, kayaknya tidak juga.

Kalau setiap kali mendapat pekerjaan sulit Anda hanya mengeluh dan mengeluh, itu bisa membahayakan karier Anda. Atasan akan menganggap Anda tidak efisien dan malas serta tidak dapat mengatasi tekanan. Jadi, ketimbang mulut Anda berbusa curhat ke sana kemari, lebih baik duduk di tempat, dengarkan musik kalau perlu, singsingkan lengan baju, dan cobalah untuk menyelesaikan pekerjaan sebaik mungkin. Percayalah, tidak ada film yang tak berakhir, tak ada pekerjaan yang tak bisa diselesaikan kalau Anda benar-benar mengerjakannya.

Perselisihan dengan Bos
Biasanya Anda terlihat mesra bersama si bos. Dalam rapat, Anda dan dia saling mendukung. Di jam istirahat, Anda dan dia makan siang satu meja. Belakangan, Anda merasa tidak lagi sejalan dengan si bos. Dan, perubahan ini terlihat jelas di mata teman-teman. Persoalannya, perlukah Anda peduli pada penilaian teman Anda? Haruskah Anda kemudian bercerita panjang lebar tentang perselisihan dengan si bos? Sebaiknya jangan.

Bila Anda bercerita kepada semua orang, Anda mungkin diberi cap troublemaker. Sebab, Anda dianggap "menghasut" atau memberikan pengaruh buruk kepada rekan kerja untuk membenci atasan. Kalau sudah seperti ini, bukan tidak mungkin perjalanan karier Anda akan dijegal oleh orang-orang yang tidak suka. Langkah terbaik adalah kunci rapat mulut Anda.

Keburukan Orang Lain

Menjalin pertemanan dengan rekan kerja tidak cukup dengan ritual makan siang bersama. Ada aturan main yang perlu dipahami, di antaranya tetap menjaga profesionalitas. Apakah hubungan dengan sebelah Anda sedang baik atau buruk, hindari membicarakan hal-hal negatif tentang teman Anda kepada rekan kerja yang lain. Misalnya, mendiskusikan selera berpakaiannya yang buruk, kehidupan pribadinya, ataupun pekerjaannya. Percayalah, tidak semua orang senang dengan apa yang Anda diskusikan ini. Mereka akan menilai Anda gossiper berat, kekanakan, dan sebagainya. Attitude yang buruk akan memengaruhi langkah karier Anda menuju puncak.

Riwayat Kesehatan
Anda sering terserang migren? Atau penyakit asma Anda sering kambuh di musim hujan? Hindari menceritakannya kepada rekan kerja. Riwayat kesehatan Anda bukan untuk konsumsi publik. Membicarakan masalah kesehatan pribadi mengundang risiko. Anda akan dipandang sebagai orang yang penyakitan sehingga tidak bisa memberikan yang terbaik untuk perusahaan. Bukan tidak mungkin promosi di depan mata lepas hanya karena si atasan mendapat informasi bahwa Anda sering mendapat migren kala deadline.

Kehidupan Pribadi
Sering terjadi, saking merasa dekatnya dengan seseorang, kita boleh mengungkap semua rahasia pribadi. Lagi jadian dengan siapa, putus berapa kali, dan pacar menghilang di tengah jalan bukanlah informasi yang bisa Anda bagi kepada rekan kerja saat makan siang. Mungkin saja mereka tidak begitu tertarik pada persoalan pribadi orang lain. Jadi, sebaiknya hindari membicarakan hal-hal seperti ini. Bagi sebagian orang, Anda akan terlihat menyedihkan ketika Anda begitu gampangnya mengumbar persoalan pribadi kepada orang lain.

SARA
Bukanlah tempat yang tepat untuk membuka segala hal yang berhubungan dengan SARA di kantor. Itu adalah persoalan sensitif yang bisa saja mencelakakan diri sendiri. Apalagi bagi Anda orang baru. Anda tidak pernah tahu perusahaan tempat Anda bekerja itu masih mengenal diskriminasi atau tidak. Tentunya Anda tidak mau karier terganjal karena masalah SARA, jadi tetaplah berahasia untuk soal yang satu ini.

Kantor adalah lingkungan sosial yang diharapkan agar Anda bisa bersikap profesional. Jadi, tetaplah ingat: Business is business, friendship is friendship.

Kayu Putih untuk Menyembuhkan Berbagai Penyakit

Kayu putih memang sangat terkenal dengan khasiatnya yang memang ampuh untuk mengobati berbagai macam penyakit. Apakah anda tau dimana bisa mendapatkan tanaman kay putih? Saya sendiri tidak tau dimana harus mencari tanaman ini,hehe. Penyakit apakah yang bisa disembuhkan oleh tanaman kayu putih? Dan bagaimana cara mengolahnya agar menjadi OBAT HERBAL yang mujarab? Kita akan bahas satu-satu, jadi lanjutkan membaca tulisan ini.

Berikut adalah penyakit yang bisa disembuhkan oleh tanaman kayu putih. Reumatik, Radang usus, Diare, Radang kulit, Batuk, demam, flu.; Sakit kepala, sakit gigi, Ekzema, Nyeri pada tulang dan saraf; Lemah tidak bersemangat (neurasthenia), Susah tidur, Asma.

Wah ternyata banyak sekali penyakit yang bisa disembuhkan menggunakan tanaman kayu putih. Dan untuk rincian penggunaannya akan kita bahas di artikel berikutnya, jadi jangan pernah bosan untuk membaca artikel OBAT TRADISIONAL di blog ini.

Tips Membuat PIN yang Aman


Berita pembobolan bank melalui ATM milik konsumen kembali marak. Kasus pembobolan bank melalui mesin uang ini sebenarnya bukan hal baru. Sejak ATM diperkenalkan di Indonesia, sejak itu sudah ada rekening nasabah yang uangnya dikuras melalui mesin ATM. Hanya saja, biasanya pihak bank tidak terlalu memublikasikan masalah ini karena semata-mata menyangkut prestise bank itu. Umumnya, kasus pembobolan terjadi karena konsumen teledor dalam menjaga kerahasiaan PIN-nya.

Menurut Unang Muchtar, blogger Kompasiana dalam artikel Tips Membuat PIN (Personel Identification Number) yang Aman, keteledoran yang pernah terjadi antara lain:
* Konsumen menuliskan PIN di kartu ATM-nya.
* Konsumen menuliskan PIN di diary-nya.
* Konsumen menyimpan nomor PIN di dompet uangnya.
* Konsumen menyuruh orang untuk mengambilkan uangnya di ATM dengan memberi tahu nomor PIN-nya.
* Konsumen menulis PIN dalam data ponsel.
* Pemberitahuan PIN dari pihak bank tidak diteliti oleh konsumen, di mana pemberitahuan itu sudah dibuka oleh orang dalam yang bekerja di bank.

Kondisi di atas sangat berbahaya karena orang akan mudah melihat PIN kita saat kita teledor meletakkan diary kita, dompet kita hilang (plus kartunya lagi), ponsel kita hilang atau dipinjam orang lain, dan lain-lain.

Nah, ini beberapa tips untuk mengamankan PIN kita dari niatan jahat orang-orang yang tidak bertanggung jawab:
* Pada saat kita menerima pemberitahuan PIN dari bank, yakinkan bahwa kertasnya masih utuh dan belum ada tanda-tanda pernah disobek atau dibuka oleh siapa pun.
* Hafalkan sejenak PIN yang baru kita terima. Setelah yakin hafal, segera ganti PIN itu dengan PIN sesuai dengan keinginan kita (hancurkan segera kertas yang berisi PIN dari bank, bila perlu dibakar saja).

Hal yang harus diperhatikan pada saat kita membuat PIN adalah:
1. Yakinkan bahwa tidak ada orang di sekitar kita pada saat membuat PIN baru.
2. Kalau PIN itu harus dalam bentuk “angka”, hindari membuat PIN dengan angka-angka yang menggambarkan tanggal, bulan, dan hari kelahiran kita, keluarga kita, atau mungkin kekasih kita karena angka-angka ini sangat mudah diduga-duga oleh orang yang berniat jahat.
3. Hindari juga membuat PIN yang menyangkut nomor rumah serta RT dan RW tempat kita tinggal. Angka-angka ini juga sangat mudah ditebak-tebak oleh mereka yang tidak bertanggung jawab.
4. Hindari PIN yang berkaitan dengan nomor ponsel kita atau nomor telepon rumah atau extension di kantor kita.
5. Angka-angka PIN harus lain-lain, misal kita diminta membuat 6 angka, jangan sampai ada angka yang sama, gunakan angka 0 sampai 9 secara acak.
6. Jangan pernah memberitahukan PIN kita kepada siapa pun (termasuk kepada keluarga sendiri).
7. Pada saat kita bertransaksi, perhatikan bahwa tidak ada orang di kiri, kanan, atau di belakang kita (bila orang di belakang Anda tampak mengintip apa yang sedang Anda lakukan, jangan ragu untuk menegurnya).
8. Jangan pernah menuliskan PIN kita di mana pun, hafalkan PIN kita sendiri.
9. Ganti secara berkala PIN kita (bila perlu, sebulan sekali).
10. Kalau PIN itu harus dalam huruf atau kombinasi huruf dengan angka, hindari membuat PIN yang menggunakan nama kita, nama panggilan kita, nama keluarga kita, nama kekasih atau mantan kekasih, nama kantor, dan nama jalan rumah kita karena kondisi ini akan sangat mudah ditebak. Biasanya, orang-orang yang berniat jahat tidak perlu tahu persis PIN kita. Mereka cukup menangkap dua atau tiga angka atau huruf, maka mereka akan mudah menemukan terusannya.
11. Biasakan untuk mengacak PIN kita dengan nomor yang bukan PIN kita (cukup sekali saja) sebelum kartu ATM keluar setelah transaksi sehingga jejak PIN kita yang sebenarnya jadi terhapus. Tekan "Cancel" agar kartu kita tidak tertelan karena kita sengaja membuat PIN yang salah.

Powered by Blogger