Wedding Planner, Tak Cuma Mengurusi Pernikahan



Wedding planner identik dengan pesta pernikahan? Ternyata tidak. Wedding planner juga bisa banyak membantu keperluan yang tidak berhubungan dengan resepsi pernikahan. Misalnya, perhelatan musik, pesta ulang tahun, pertemuan atau reuni, meeting akbar, hingga pesta-pesta tematik lainnya seperti pesta kebun.

Mella Nova, dari 7 Haven Wedding Organizer, mengatakan bahwa orang yang ingin mengadakan jahatan biasanya menggunakan jasa wedding planner atau wedding organizer. Dengan menyewa jasa wedding organizer (WO), si empu hajatan tidak harus memusingkan hal-hal kecil yang seharusnya bisa ditangani oleh orang lain.

''Ada hal yang seharusnya lebih difokuskan sebelum hari H. Misalnya persiapan mental. Kalau (hajatannya) itu meeting besar, pastinya konsentrasi pada persiapan bahan. Nah, tugas dari kami adalah membantu klien dalam mempersiapkan hal-hal yang menunjang acara,'' tutur Mella dalam perbincangan di pembukaan Wedding Expo 2010 di Jakarta Convention Center, Jumat (29/1/2010).

Pekerjaan yang dilakukan wedding planner saat mempersiapkan hajatan adalah:

1. Brainstorming
Melakukan brainstorming dengan si empunya hajatan. Anda harus memberi penjelasan mengenai tema pesta yang Anda inginkan, berapa jumlah tamu undangan, dan berapa lama acara akan berlangsung.

2. Item yang diinginkan dalam acara
Misalnya Anda ingin mengadakan pesta kebun. Apakah Anda membutuhkan MC dan live music, penyanyi dengan konsep full band atau organ tunggal, apakah perlu disiapkan panggung, podium, rangkaian bunga, dan lain sebagainya.

3. Budget
Mendiskusikan budget yang dimiliki klien. Misalnya Anda menginginkan pesta pernikahan sederhana dengan biaya Rp 30 juta. Maka tugas WO mencari vendor-vendor dengan tarif yang bisa "masuk" ke dalam budget yang ditentukan. Atau, bila vendor yang diminta termasuk cukup terkenal, adakah paket yang sesuai dengan harga yang Anda minta.

4. Tema
Pesta yang menggunakan tema sekarang bukan cuma pesta pernikahan, pesta ulang tahun, atau staff party yang diadakan di perusahaan-perusahaan. Acara syukuran kelahiran anak pun sekarang juga menggunakan tema, misalnya tema outdoor. WO perlu mengatur apakah ada prosesi atau upacara adat tertentu, apa menu makanannya, meja dan kursi, hingga hal-hal mendetail seperti menyiapkan permainan di area khusus untuk anak-anak.

5. Kelengkapan
Banyak pernik-pernik yang seolah remeh, tetapi ternyata sangat diperlukan. Misalnya kantong atau kotak plastik untuk membungkus sisa hidangan pesta (biasanya saat resepsi pernikahan), gunting, tali, selotip, lakban, amplop, dan lain sebagainya.

Hidup Tanpa Kartu Kredit, Bisa Enggak?


Coba cek dompet kebanyakan perempuan di kota besar, pasti ada kartu kredit di dalamnya. Jumlahnya satu hingga delapan kartu kredit.

Alasan kepraktisan, kemudahan, dan cicilan saat hati tergoda barang tertentu yang tak mampu dibeli secara tunai menjadi daya tarik bagi kebanyakan perempuan mengisi formulir aplikasi kartu kredit yang semakin mudah saja didapatkan.

Ironisnya, pengguna kartu kredit pun menyadari bahwa mereka tengah berutang dari sekadar menggesek kartu kredit. Jika sudah mulai kapok memanjakan diri dengan kartu kredit dan berniat berhenti dari ketergantungan, terima tantangan dan segera mulai langkahnya:

1. Atur keuangan, bayar semua utang!
Segera sisihkan uang bulanan untuk membayar utang kartu kredit, mulai dari kartu kredit dengan bunga tertinggi. Disiplinkan diri untuk mulai membayar secara bertahap semua utang dan ingatkan diri sendiri untuk tidak lagi berutang melalui kartu kredit. Begitu sudah membayar semua kewajiban keuangan, Anda sudah memulai langkah awal hidup tanpa kartu kredit.

2. Merencanakan pengeluaran bulanan sesuai pos
Rencanakan keuangan bulanan dengan menyiapkan anggaran pengeluaran, termasuk cicilan rumah, perlengkapan rutin bulanan, makan, transportasi, pakaian, dan entertainment. Aidil Akbar Madjid, perencana keuangan, menyarankan untuk menggunakan manajemen amplop dengan mengatur uang bulanan sesuai pos, termasuk untuk dana cadangan.

3. Mengubah pola hidup
Cermati kembali gaya hidup Anda dan pangkas apa yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk dilakukan. Akbar menyebutkan, hingga 80 persen gaji perempuan digunakan untuk entertainment, belanja barang diskon, dan ini merupakan pemborosan yang seharusnya bisa dihindari. Lebih mengkhawatirkan lagi, perempuan belanja dengan berutang menggunakan kartu kredit. Artinya, perempuan menggunakan uangnya tanpa peduli sejauh mana bisa membayar utang dan bunganya. Hidup tanpa kartu kredit sebenarnya bentuk pengorbanan atas kepuasan sesaat untuk mendapatkan tujuan jangka panjang yang lebih menguntungkan.

4. Gunakan kartu debit jika dibutuhkan
Kebiasaan Anda berbelanja kebutuhan dengan kemudahan pembayarannya sebenarnya bisa diatasi dengan kartu debit. Anda tidak berutang karena uang di rekening bank Anda sendiri yang digunakan untuk membayar kebutuhan. Kartu debit juga lebih praktis karena Anda tak perlu membawa uang tunai, bukan? Hampir setiap toko sudah menyediakan layanan ini, jadi tak ada alasan Anda masih kecanduan kartu kredit.

5. Berkomitmen menyisihkan gaji untuk tabungan
Mulai membangun kebiasaan menabung dengan menyisihkan gaji bulanan sekecil apa pun nilainya karena akan menyelamatkan masa depan Anda. Jika saldo rekening bank Anda terus bertambah, sewaktu-waktu Anda membutuhkan dana darurat untuk operasi besar, misalnya, Anda tidak semakin tertekan dengan utang karena bergantung pada kartu kredit.

Dompet Rapi Pangkal Hemat Uang



Selain uang, biasanya dompet juga digunakan untuk menyimpan kartu, mulai dari kartu ATM, kartu identitas, hingga kartu SIM telepon seluler. Tidak hanya itu, sering juga dompet dijejali berbagai bon, struk belanja, bahkan permen dan perlengkapan kosmetik.

Dompet yang isinya tidak keruan bisa menimbulkan banyak masalah. Dari menghambat pembayaran di kasir karena sulit mencari uang di antara tumpukan kertas, hingga salah memberi uang, karena tertukar antara uang Rp 10.000 dengan Rp 100.000. Supaya hal-hal semacam ini tak lagi terjadi, simak tips berikut ini:

1. Dompet Sesuai Kebutuhan
Sebelum membeli dompet, perhatikanlah kebutuhan Anda. Perhatikan ukuran dan desain dompetnya. Jika Anda adalah wanita aktif dengan berbagai kegiatan, pilih dompet yang memiliki ruang untuk benda-benda tambahan, seperti notes atau pulpen. Sebaliknya, bila kegiatan Anda tidak terlalu padat, pilih dompet standar dengan fungsi penyimpanan uang dan kartu. Anda bisa memiliki lebih dari satu dompet untuk berbagai acara, namun hati-hatilah saat akan memindahkan isi dompet. Jangan sampai ada yang tercecer atau hilang.

2. Bersihkan Dompet dari Kertas
Singkirkan kertas-kertas tak berguna yang menyelip di dompet, seperti catatan belanja yang sudah tidak terpakai atau kartu nama yang tidak lagi dibutuhkan. Kartu nama sebaiknya diletakkan di tempat tersendiri. Sedangkan untuk bukti pengambilan barang, sebaiknya disimpan di bagian tertentu dalam dompet yang tidak tercampur dengan benda-benda lain.

3. Rapikan Kuitansi
Simpanlah kuitansi atau tanda bukti pembayaran lain did alam dompet atau map khusus. Jangan menaruhnya dalam dompet sehari-hari. Jika tidak lagi diperlukan sebagai alat bukti pembayaran, Anda bisa membuangnya.

4. Atur Letak Kartu
Setelah membersihkan semua kertas yang tidak terpakai, susun kartu secara berurutan, seperti kartu identitas, kartu kredit, kartu ATM, kartu asuransi, dan lain sebagainya. Urutkan sesuai kebutuhan pemakaian, misalnya, jika kartu ATM lebih sering digunakan, letakkan kartu di tempat yang mudah dijangkau. Hal ini akan memudahkan Anda saat terburu-buru. Jangan memindah-mindahkan kartu-kartu ini. Semakin hafal letak kartu, semakin cepat Anda mengambilnya ketika butuh.

5. Susun Uang Berurutan
Susun letak uang secara berurutan sesuai besaran angka. Misalnya, uang seribu rupiah diletakkan di baris paling depan, dilanjutkan dengan nilai nominal yang lebih besar berikutnya. Sebaiknya uang dengan nilai nominal kecil jangan disatukan dengan yang nilai nominalnya besar. Kalau perlu, beri pembatas yang mudah terlihat antara setiap nominal. Niscaya, Anda tak akan keliru mengambil uang.

6. Pisahkan Benda Berisiko
Sebaiknya Anda tidak menaruh benda-benda seperti kunci (rumah, motor, lemari), surat berharga (STNK), cincin, atau flash disk di dompet. Jika barang-barang itu hilang bersamaan dengan dompet, si pencuri berpeluang menggasak barang-barang lainnya dengan kunci yang didapatnya atau mengambil data penting dalam flash disk.

7. Batasi Jumlah Foto
Wanita senang menyimpan foto dalam dompetnya. Tak jarang, jumlahnya lebih dari 1. Ingat, fungsi dompet adalah untuk menyimpan uang, bukan album keluarga. Anda tak perlu membawa semua foto, karena akan membuat dompet tebal dan sempit. Bawa 1-2 foto saja.

8. Buang yang Tak Perlu
Singkirkan benda-benda yang tak perlu, seperti klip kertas, permen, tisu, dan lainnya. Benda-benda ini akan mengotori dan membuat dompet penuh. Begitu pula dengan alat-alat kecantikan, simpanlah dalam wadah terpisah.

9. Siapkan Dimpet Khusus Receh
Uang receh sebaiknya disimpan dalam tempat khusus. Jangan digabungkan dengan uang kertas atau kartu. Bila dalam dompet tidak ada fungsi penyimpan receh, belilah tempat khusus untuk itu. Ini penting, karena seringkali uang receh membuat dompet berantakan dan menggembung, sulit ditutup, tak lama dompet akan rusak.

10. Bersihkan Secara Berkala
Semakin cepat kotoran pada dompet dihilangkan, makin kecil kemungkinan kerusakan yang timbul. Jika dompet terbuat dari bahan kulit, sebaiknya dibersihkan di tempat cuci profesional, seperti laundry. Dompet kotor pun bisa menyebar bau tidak sedap di dalam tas.

Ingin Minta Kenaikan Gaji?



Banyak perusahaan yang mendesak karyawannya untuk melakukan tugas-tugas baru yang dulu bukan merupakan tanggung jawabnya. Anda mungkin akan menerima hal ini dengan keluh-kesah, tapi dengarkan dulu. Bagaimana jika Anda menerima tugas ini sebagai tantangan? Bekerjalah dengan sebaik-baiknya, karena bila performa Anda sangat baik, Anda dapat menjadikan hal ini senjata untuk menodong kenaikan gaji, di luar kenaikan gaji berkala.

Namun, banyak orang yang merasa risih untuk meminta kenaikan gaji, apalagi jika atasan tidak menampakkan tanda-tanda peduli pada beban kerja Anda. Agar Anda tidak terlihat sok tau, atau tidak tahu diri, ini yang harus Anda lakukan untuk mengajukan permohonan kenaikan gaji:

1. Riset
Gunanya, memastikan bahwa Anda memang layak mendapatkan kenaikan gaji. Rate gaji memang tergantung pada tipe perusahaan, bidang yang Anda jalani, dan tentunya kemampuan Anda sendiri. Coba cek seberapa besar gaji karyawan di tempat lain dengan level Anda, untuk mendapat gambaran berapa seharusnya Anda minta kenaikan. Pelajari pula aturan promosi atau perhitungan kenaikan gaji di perusahaan Anda. Siapa yang punya kekuasaan untuk membuat keputusan mengenai gaji? Apakah setiap orang dalam range gaji Anda memperoleh kenaikan yang sama? Pastikan juga bahwa kondisi keuangan perusahaan Anda dalam keadaan sehat. Nah, gunakan informasi ini sebagai justifikasi untuk kenaikan gaji Anda.

2. Tunjukkan kerja keras Anda
Apakah Anda layak mendapat kenaikan? Mungkin iya, tetapi pastikan atasan Anda sudah melihat hasil kerja keras Anda. Anda sudah bekerja melebihi target, dan mampu memegang tanggung jawab lebih besar terhadap pekerjaan. Ini bukan saatnya bagi Anda untuk merendahkan diri. Tulis semua pencapaian Anda, dan tunjukkan bahwa Anda sudah siap untuk menunjukkan performa yang lebih tinggi.

3. Iklankan pencapaian Anda
Ekspresikan nilai Anda untuk perusahaan, caranya dengan memberikan daftar aktivitas tambahan yang sudah Anda lakukan untuk mencapai tugas-tugas Anda. Di jaman ketika banyak perusahaan kerap melakukan PHK, hal ini memang umum dilakukan. Apakah Anda mampu menangani pekerjaan yang biasanya dilakukan dua atau tiga orang? Mungkin memang butuh kerja keras, tapi bila Anda memang mampu, Anda berhak meminta reward. Buat perkiraan nilai dari tugas-tugas tersebut, dan sarankan suatu upgrade dalam gaji Anda.

4. Fleksibel
Anda bisa saja mengajukan angka tertentu sebagai kenaikan gaji, tetapi jangan jadikan harga mati. Tetap tawarkan untuk negosiasi, dan pertimbangkan semua keuntungan yang ditawarkan perusahaan, misalnya asuransi, mengikuti training, atau dinas ke luar negeri.

5. Tunggu waktu yang tepat
Jika perusahaan sudah memiliki musim kenaikan gaji, mungkin hal ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengajukan kenaikan ekstra, sehingga dapat dimasukkan ke dalam kompensasi yang akan dibicarakan. Tentu saja hal ini juga tergantung pada situasi keuangan perusahaan. Bersabarlah, dan tunggu waktu yang tepat untuk menyampaikannya.

Powered by Blogger