Menjadi Team Leader yang Dihargai



Perusahaan besar hanya bisa terwujud dari tim yang hebat, dan peran pemimpin menjadi ujung tombaknya. Sebagai team leader dalam unit kerja di perusahaan, apakah Anda berhasil mendorong kinerja untuk mencapai target yang diinginkan?

Menurut Yusa Aziz, Coach dan CEO iCOACH, dibutuhkan kepemimpinan yang kuat untuk membangun tim hebat dan memberikan hasil kerja maksimal. Pemimpin yang kuat harus menunjukkan kemampuan memberikan arahan (direction), pengambil keputusan (decide) dan pendelegasian (delegate).

Artinya pemimpin harus tegas memberikan arahan kepada timnya, dan tidak menyerahkan bagaimana baiknya kepada tim. Pengambilan keputusan yang cermat dan tegas juga ada di tangan pemimpin, dan selanjutnya memberikan kewenangan kepada tim untuk menjalankan.

"Kesalahan terbesar dalam kepemimpinan adalah vakum, menunda, dan tidak ada arah," papar Yusa, dalam seminar yang digelar oleh Share Positive Mind dan iCOACH beberapa waktu lalu.

Yusa menerangkan, untuk mendapatkan hasil yang sesuai target, rencana kerja yang jelas, dan menumbuhkan kecintaan serta tanggungjawab tinggi dari tim kerja, dibutuhkan karakter pemimpin yang kuat.

Untuk memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, pemimpin tim perlu memahami karakter tim kerja lebih dahulu, yakni:
* Tim Anda perlu diarahkan oleh pemimpinnya.
* Tim membutuhkan hirarki.
* Tim membutuhkan struktur yang jelas.
* Tim membutuhkan kejelasan dalam menjalankan rencana kerja.
* Tim membutuhkan ruang untuk bertumbuh.
* Tim membutuhkan penghargaan (reward) atas prestasinya.

Jika sudah begini, sebagai pemimpin Anda tak sekadar disukai, namun mendapat penghargaan (respect) dari tim. Apalagi jika sebagai pemimpin Anda tidak pelit mengakui dan memberikan penghargaan atas kinerja tim yang memberi hasil maksimal. Loyalitas dan dedikasi dari tim akan menjadi ganjaran atas kemampuan Anda memimpin tim kerja.

Sudahkah Anda (sebagai pemimpin) mendapat respect dari tim kerja?

5 Cara Agar Mampu Berkembang dalam Karier



Pilihan karier dan pekerjaan ada di tangan Anda. Setiap putusan pasti melahirkan konsekuensi yang membuat Anda bertumbuh, atau sebaliknya, melahirkan kegelisahan hingga akhirnya Anda berpaling ke profesi lain.

Keputusan yang tepat berawal dari sejauh mana Anda mengenali diri sendiri, dan membuat putusan atasnya, kemudian berjaya dengan karier yang menjadikan Anda pribadi sukses. Untuk Anda yang ingin berganti pekerjaan lantaran ketidakpuasan, cermati lagi faktor berikut ini:

1. Kerjakan yang Anda senangi
Tahap awal yang teramat penting dalam perencanaan karier adalah mencari tahu dan mengenali apa yang Anda senangi. Kebanyakan orang, yang puas dengan pekerjaannya, mengakui mereka mencintai pekerjaan dan berhasil membuktikan dalam performa kerja sehari-hari yang maksimal dan tanpa beban. Kemampuan mengenali apa yang Anda sukai menjadi motivasi diri paling ampuh untuk tetap membuat seseorang bahagia dan sukses dalam pekerjaan.
Tip: Buat daftar pekerjaan atau profesi yang Anda senangi, sebebas apa pun tanpa pagar, lalu beri rating mulai 1 hingga 10, berangkat dari yang paling Anda suka menuju ke pekerjaan impian pada urutan ke-10.

2. Pelajari lagi dimana letak kemampuan Anda
Boleh jadi Anda telah menemukan pekerjaan apa yang paling Anda senangi, namun pastikan untuk tetap realistis. Eksplorasi kembali bakat Anda untuk membantu menemukan pekerjaan yang tepat dan mengidentifikasi pilihan karier yang jelas.
Tip: Coba ikuti tes bakat online atau cari konsultan karier yang cocok untuk Anda. Bisa jadi cara ini mempermudah Anda memposisikan diri dimana kemampuan Anda seharusnya disalurkan.

3. Tambah skill melalui training atau pusat pendidikan khusus
Sejumlah profesi menuntut skill khusus atau latar belakang pendidikan tertentu. Pelatihan, seminar, atau jalur pendidikan dapat meningkatkan skill Anda, maka manfaatkanlah. Kenali dulu kemampuan apa yang harus ditambah untuk mendukung karier, dan tetaplah realistis. Biaya pendidikan, waktu, lokasi, dan perencanaan yang matang, harus menjadi pertimbangan lainnya.
Tip: Bagi pemula, bisa menggunakan jalur magang, sedangkan bagi yang sudah berpengalaman jangan sungkan belajar lagi melalui jalur pendidikan formal yang bisa menguatkan skill Anda.

4. Tentukan perusahaan yang tepat untuk Anda
Kesulitan utama dari pencari kerja adalah menentukan perusahaan mana yang paling tepat untuk Anda. Bisa jadi Anda sudah menentukan di bidang apa Anda akan berkarier sesuai dengan karakter dan bakat Anda, namun menjadi sulit untuk memastikan perusahaan mana yang lebih cocok sebagai batu loncatan Anda. Jaringan yang luas bisa sangat membantu Anda mengenali karakter perusahaan.
Tip: Hubungi dan jalin komunikasi yang baik dengan ikatan alumni atau teman Anda yang memiliki kesamaan karakter atau profesi yang Anda inginkan, untuk mencari informasi yang bisa menguatkan Anda.

5. Kendalikan pikiran dengan lebih positif
Memfokuskan pikiran kepada hal yang positif terbukti membantu Anda menarik kekuatan untuk mendapat karier yang cerah. Biasakan berpikir terbuka, belajar mengendalikan stres lebih efektif, mengenali diri kapan harus menggenjot performa, kapan bisa meregangkan urat saraf, dan menemukan jalan untuk mencegah diri menjadi frustrasi karena pekerjaan.
Tip: Kendalikan diri dan pikiran untuk selalu positif, dan bekerjalah tanap beban. Dijamin cara ini menggiring Anda pada kesuksesan karier.

Ingin Mendapat Promosi? Ukur Kinerja Anda!



Performa kerja Anda bisa menjadi indikator keberhasilan dalam karier. Jika merasa puas dengan etos kerja saat ini (yang dinilai tak produktif di mata atasan), atau bertahan dengan kebiasaan buruk dalam menyelesaikan pekerjaan dan tak segera meng-upgrade-nya, jangan berharap atasan akan memperhitungkan Anda untuk promosi. Kenapa?

Karakter perusahaan yang harus dicermati adalah, perusahaan lebih memilih memiliki tim kecil asalkan produktif. Perusahaan tak segan memberhentikan karyawan jika dianggap tidak memberikan kontribusi terhadap kemajuan bisnis. Karyawan tanpa karakter membangun baik untuk dirinya dan perusahaan, menjadi ancaman bagi perusahaan.

Ini adalah karakter perusahaan besar yang tak sekadar menuntut kinerja tinggi karyawan, namun juga mengedepankan tim yang hebat. Artinya, perusahaan menuntut kontribusi luar biasa, sekaligus juga memberikan reward sepantasnya terhadap karyawan yang membesarkan bisnis milik si empunya usaha.

Yusa Aziz, Coach dan CEO iCOACH, menyebutkan perusahaan besar dengan tim yang hebat harus memiliki:
* Tim yang bertumbuh.
* Kepemimpinan yang kuat.
* Visi yang sejalan.
* Kode etik dan atau nilai yang sejalan.
* Rencana kerja yang jelas.
* Pemberdayaan dan delegasi.
* Penilaian, penghargaan, promosi, demosi, mutasi, bahkan penghentian.

Jika kinerja Anda bisa mendukung karakter di atas, artinya Anda punya kontribusi dan performa yang luar biasa dikarenakan Anda mencintai pekerjaan Anda, maka bersiaplah untuk mendapatkan promosi atau setidaknya reward yang memotivasi diri.

Jika Anda sebagai tim tidak bertumbuh, penilaian atasan terhadap Anda stagnan, visi mulai tak sejalan, bahkan Anda tak mampu bekerja dengan kode etik yang ada, dan rencana kerja yang tak seirama, maka waktunya Anda memutuskan pilihan: terus bekerja atau berhenti. Bila tidak, bisa jadi Anda tak menikmati profesi.

"Mengenali diri apakah Anda mencintai pekerjaan atau tidak, menjadi penting. Karena ketika melakukan apa yang suka dilakukan atau bekerja dengan kekuatan yang dimiliki dan bukan kelemahannya, maka akan keluar energi yang luar biasa. Jika tidak, segera putuskan, keluarlah dan manfaatkan waktu untuk melakukan hal lain yang lebih disukai," papar Yusa.

Jangan berharap promosi, jika Anda tak menyukai pekerjaan, karena toh performa hebat lahir dari kecintaan terhadap profesi bukan?

Gamis hijau tua elegant

Saya suka memakai gamis di semua situasi, dan tidak heran saudara saya setiap ke pesta atau menghadiri acara nikahan selalu konsultasi dengan saya. Seperti tadi, kakak saya sedang hamil tiga bulan tentunya dia memerlukan BAJU HAMIL yang nyaman untuk dia pakai ke pesta. Namun dia bingung, saya iseng saya, mengukur badanya dan membuat sketsa busana untuknya.

Dua jam berlalu jadilah sketsa yang saya buat dengan gamis hijau tua di padu ikatan di leher yang elegant. Akhirnya saya bergegas pergi ke toko GROSIR BUSANA MUSLIM. Untuk membeli tiga meter kain yang akan saya bawa ke tukang jarit. Ya untuk saudara sendiri tidak perlu mahal narik ongkos. Asal kakak saya senang. Alhasil dua minggu sudah, baju telah selesai dijarit dan alhamdulilah kakak saya yang lagi hamil senang dan nyaman memakainya. Jadi buat anda kaum ibu hamil gamis hijau tua yang elegant cocok untuk anda ke pesta maupun ke mall.

Berbagi Tips dan Triks Gratis

Dapatkan Tips dan triks Gratis untuk menghasilkan Uang Dari Blog. Di
www.uangdariblog.com anda akan menemukan banyak sekali tips yang akan
membatu anda mendapatkan penghasilan pertama dari blog. Semua tips dan
trik itu bisa anda dapatkan dengan gratis tanpa mengeluarkan uang
sepeserpun. Selain dari Di www.uangdariblog.com, anda juga bisa
mendapatkan berbagai trik di www.ayoberbagi.com.

Kiat Sukses Menjadi Agen Asuransi



Agen asuransi adalah profesi yang sedang "happening" saat ini. Orang yang sedang tidak terikat dengan perusahaan tertentu, atau yang sedang mencari penghasilan tambahan, biasanya mengincar pekerjaan ini.

Seperti yang dituturkan Ginawati Djunaedi, Chief Agency Officer Allianz Life Indonesia, tidak ada syarat khusus untuk menjadi seorang agen asuransi. Setiap orang, apa pun latar belakangnya, bisa melamar bekerja sebagai agen. Yang perlu Anda lakukan saat melakukan pekerjaan ini adalah menerapkan strategi, atau sistem, yang sudah diberikan perusahaan saat pelatihan.

Namun, untuk menjadi agen asuransi yang sukses, pada dasarnya Anda perlu menerapkan kiat berikut:

1. Membiasakan diri dengan bidang asuransi. Bila sudah menjadi nasabah, Anda sudah memiliki pengetahuan mendasar tentang hal ini. Namun tak ada salahnya menambah wawasan dengan membaca atau berkonsultasi dengan agen langganan.

2. Terus mengikuti perkembangan dunia asuransi. Jangan berdiam diri dan merasa sudah cukup memiliki pengetahuan. Belajarlah dari agen-agen di kantor yang sudah mencapai kesuksesan.

3. Pantang menyerah. Bukan tidak mungkin Anda ditolak saat menawarkan produk. Bersabarlah dan tetap semangat. Masih banyak calon nasabah potensial lain. Meski ditolak, jangan putuskan hubungan dengan orang tersebut. Tunggulah selama beberapa saat. Setelah itu, kembali dekati dia. Bisa saja pada saat itu ia sudah berubah pikiran. Lakukan semuanya dengan sopan-santun.

4. Jangan bertele-tele saat menjelaskan sebuah produk. Beritahu nasabah dengan bahasa yang sederhana. Bila harus membuat perhitungan, lakukan juga dengan cara-cara sederhana agar nasabah benar-benar mengerti produk apa yang akan dimilikinya.

5. Jadilah teman yang baik bagi nasabah. Dengarkan keluh-kesahnya agar Anda benar-benar mengenal kepribadiannya. Anda pun jadi bisa menentukan produk apa yang paling baik untuknya. Nasabah pun akan merasa memiliki agen yang benar-benar memperhatikan dirinya.

6. Selalu rajin. Rajin mencari calon nasabah, rajin memantau perkembangan nasabah yang sudah ada, rajin melengkapi diri dengan informasi-informasi baru, dan lain-lain. Besarnya komisi yang kita dapatkan juga bergantung pada seberapa rajin kita bergerak.

7. Jujurlah pada nasabah. Jelaskan semua syarat dan keuntungan setiap produk asuransi. Bila ia bertanya produk asuransi apa yang paling cocok dengan kondisinya, ajukan produk yang tepat. Jangan membelok-belokkan nasabah demi keuntungan pribadi.

8. Pelajari cara yang tepat untuk menjual produk. Tidak ada satu formula pemasaran yang mutlak cocok untuk semua orang. Setiap orang memiliki karakteristik dan kepribadian yang berbeda. Sesuaikan jurus-jurus Anda dengan orang yang sedang dihadapi. Ada baiknya mencari informasi mengenai mereka dahulu sebelum Anda menawarkan produk.

9. Kenali setiap produk asuransi yang perusahaan miliki. Bisa jadi di masa depan Anda merasa lebih nyaman menjual satu jenis produk tertentu, misalnya asuransi pendidikan. Tetapi Anda tetap harus mengenal produk lain. Jangan sampai nasabah berpikir Anda agen yang tidak kompeten hanya karena tidak menguasai product knowledge.

10. Utamakan yang terbaik untuk nasabah. Ketika memutuskan menjadi agen, Anda harus mengedepankan kepentingannya. Menjadi agen berarti membantu mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi mereka. Jika sebelumnya sudah merasakan manfaat asuransi, inilah giliran Anda untuk berbagi yang sama dengan mereka.

Powered by Blogger