Cheap Monday Jeans Foggy Wash

Baru pertama kali saya mendengar merek Foggy Wash. Ini adalah merek celana panjang yang saya lihat di catalog sebuah Toko Baju Online. Celana Foggy Wash kalau dilihat-lihat tidak jauh berbeda jika di bandingkan dengan merek lainnya, mungkin kualitas dan kenyaman merupakan andalan dari product ini.

Harga dari product ini terbilang mahal, Rp 220.000. dilihat dari gambar yang disediakan, memang model dari celana ini sedikit berbeda dari kebanyakan celana panjang. Jika anda tertarik silahkan mengunjungi langsung online-butik.com. di toko ini anda juga bisa membeli Baju Murah dengan kualitas terjamin.

Wedding Planner, Tak Cuma Mengurusi Pernikahan



Wedding planner identik dengan pesta pernikahan? Ternyata tidak. Wedding planner juga bisa banyak membantu keperluan yang tidak berhubungan dengan resepsi pernikahan. Misalnya, perhelatan musik, pesta ulang tahun, pertemuan atau reuni, meeting akbar, hingga pesta-pesta tematik lainnya seperti pesta kebun.

Mella Nova, dari 7 Haven Wedding Organizer, mengatakan bahwa orang yang ingin mengadakan jahatan biasanya menggunakan jasa wedding planner atau wedding organizer. Dengan menyewa jasa wedding organizer (WO), si empu hajatan tidak harus memusingkan hal-hal kecil yang seharusnya bisa ditangani oleh orang lain.

''Ada hal yang seharusnya lebih difokuskan sebelum hari H. Misalnya persiapan mental. Kalau (hajatannya) itu meeting besar, pastinya konsentrasi pada persiapan bahan. Nah, tugas dari kami adalah membantu klien dalam mempersiapkan hal-hal yang menunjang acara,'' tutur Mella dalam perbincangan di pembukaan Wedding Expo 2010 di Jakarta Convention Center, Jumat (29/1/2010).

Pekerjaan yang dilakukan wedding planner saat mempersiapkan hajatan adalah:

1. Brainstorming
Melakukan brainstorming dengan si empunya hajatan. Anda harus memberi penjelasan mengenai tema pesta yang Anda inginkan, berapa jumlah tamu undangan, dan berapa lama acara akan berlangsung.

2. Item yang diinginkan dalam acara
Misalnya Anda ingin mengadakan pesta kebun. Apakah Anda membutuhkan MC dan live music, penyanyi dengan konsep full band atau organ tunggal, apakah perlu disiapkan panggung, podium, rangkaian bunga, dan lain sebagainya.

3. Budget
Mendiskusikan budget yang dimiliki klien. Misalnya Anda menginginkan pesta pernikahan sederhana dengan biaya Rp 30 juta. Maka tugas WO mencari vendor-vendor dengan tarif yang bisa "masuk" ke dalam budget yang ditentukan. Atau, bila vendor yang diminta termasuk cukup terkenal, adakah paket yang sesuai dengan harga yang Anda minta.

4. Tema
Pesta yang menggunakan tema sekarang bukan cuma pesta pernikahan, pesta ulang tahun, atau staff party yang diadakan di perusahaan-perusahaan. Acara syukuran kelahiran anak pun sekarang juga menggunakan tema, misalnya tema outdoor. WO perlu mengatur apakah ada prosesi atau upacara adat tertentu, apa menu makanannya, meja dan kursi, hingga hal-hal mendetail seperti menyiapkan permainan di area khusus untuk anak-anak.

5. Kelengkapan
Banyak pernik-pernik yang seolah remeh, tetapi ternyata sangat diperlukan. Misalnya kantong atau kotak plastik untuk membungkus sisa hidangan pesta (biasanya saat resepsi pernikahan), gunting, tali, selotip, lakban, amplop, dan lain sebagainya.

Hidup Tanpa Kartu Kredit, Bisa Enggak?


Coba cek dompet kebanyakan perempuan di kota besar, pasti ada kartu kredit di dalamnya. Jumlahnya satu hingga delapan kartu kredit.

Alasan kepraktisan, kemudahan, dan cicilan saat hati tergoda barang tertentu yang tak mampu dibeli secara tunai menjadi daya tarik bagi kebanyakan perempuan mengisi formulir aplikasi kartu kredit yang semakin mudah saja didapatkan.

Ironisnya, pengguna kartu kredit pun menyadari bahwa mereka tengah berutang dari sekadar menggesek kartu kredit. Jika sudah mulai kapok memanjakan diri dengan kartu kredit dan berniat berhenti dari ketergantungan, terima tantangan dan segera mulai langkahnya:

1. Atur keuangan, bayar semua utang!
Segera sisihkan uang bulanan untuk membayar utang kartu kredit, mulai dari kartu kredit dengan bunga tertinggi. Disiplinkan diri untuk mulai membayar secara bertahap semua utang dan ingatkan diri sendiri untuk tidak lagi berutang melalui kartu kredit. Begitu sudah membayar semua kewajiban keuangan, Anda sudah memulai langkah awal hidup tanpa kartu kredit.

2. Merencanakan pengeluaran bulanan sesuai pos
Rencanakan keuangan bulanan dengan menyiapkan anggaran pengeluaran, termasuk cicilan rumah, perlengkapan rutin bulanan, makan, transportasi, pakaian, dan entertainment. Aidil Akbar Madjid, perencana keuangan, menyarankan untuk menggunakan manajemen amplop dengan mengatur uang bulanan sesuai pos, termasuk untuk dana cadangan.

3. Mengubah pola hidup
Cermati kembali gaya hidup Anda dan pangkas apa yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk dilakukan. Akbar menyebutkan, hingga 80 persen gaji perempuan digunakan untuk entertainment, belanja barang diskon, dan ini merupakan pemborosan yang seharusnya bisa dihindari. Lebih mengkhawatirkan lagi, perempuan belanja dengan berutang menggunakan kartu kredit. Artinya, perempuan menggunakan uangnya tanpa peduli sejauh mana bisa membayar utang dan bunganya. Hidup tanpa kartu kredit sebenarnya bentuk pengorbanan atas kepuasan sesaat untuk mendapatkan tujuan jangka panjang yang lebih menguntungkan.

4. Gunakan kartu debit jika dibutuhkan
Kebiasaan Anda berbelanja kebutuhan dengan kemudahan pembayarannya sebenarnya bisa diatasi dengan kartu debit. Anda tidak berutang karena uang di rekening bank Anda sendiri yang digunakan untuk membayar kebutuhan. Kartu debit juga lebih praktis karena Anda tak perlu membawa uang tunai, bukan? Hampir setiap toko sudah menyediakan layanan ini, jadi tak ada alasan Anda masih kecanduan kartu kredit.

5. Berkomitmen menyisihkan gaji untuk tabungan
Mulai membangun kebiasaan menabung dengan menyisihkan gaji bulanan sekecil apa pun nilainya karena akan menyelamatkan masa depan Anda. Jika saldo rekening bank Anda terus bertambah, sewaktu-waktu Anda membutuhkan dana darurat untuk operasi besar, misalnya, Anda tidak semakin tertekan dengan utang karena bergantung pada kartu kredit.

Dompet Rapi Pangkal Hemat Uang



Selain uang, biasanya dompet juga digunakan untuk menyimpan kartu, mulai dari kartu ATM, kartu identitas, hingga kartu SIM telepon seluler. Tidak hanya itu, sering juga dompet dijejali berbagai bon, struk belanja, bahkan permen dan perlengkapan kosmetik.

Dompet yang isinya tidak keruan bisa menimbulkan banyak masalah. Dari menghambat pembayaran di kasir karena sulit mencari uang di antara tumpukan kertas, hingga salah memberi uang, karena tertukar antara uang Rp 10.000 dengan Rp 100.000. Supaya hal-hal semacam ini tak lagi terjadi, simak tips berikut ini:

1. Dompet Sesuai Kebutuhan
Sebelum membeli dompet, perhatikanlah kebutuhan Anda. Perhatikan ukuran dan desain dompetnya. Jika Anda adalah wanita aktif dengan berbagai kegiatan, pilih dompet yang memiliki ruang untuk benda-benda tambahan, seperti notes atau pulpen. Sebaliknya, bila kegiatan Anda tidak terlalu padat, pilih dompet standar dengan fungsi penyimpanan uang dan kartu. Anda bisa memiliki lebih dari satu dompet untuk berbagai acara, namun hati-hatilah saat akan memindahkan isi dompet. Jangan sampai ada yang tercecer atau hilang.

2. Bersihkan Dompet dari Kertas
Singkirkan kertas-kertas tak berguna yang menyelip di dompet, seperti catatan belanja yang sudah tidak terpakai atau kartu nama yang tidak lagi dibutuhkan. Kartu nama sebaiknya diletakkan di tempat tersendiri. Sedangkan untuk bukti pengambilan barang, sebaiknya disimpan di bagian tertentu dalam dompet yang tidak tercampur dengan benda-benda lain.

3. Rapikan Kuitansi
Simpanlah kuitansi atau tanda bukti pembayaran lain did alam dompet atau map khusus. Jangan menaruhnya dalam dompet sehari-hari. Jika tidak lagi diperlukan sebagai alat bukti pembayaran, Anda bisa membuangnya.

4. Atur Letak Kartu
Setelah membersihkan semua kertas yang tidak terpakai, susun kartu secara berurutan, seperti kartu identitas, kartu kredit, kartu ATM, kartu asuransi, dan lain sebagainya. Urutkan sesuai kebutuhan pemakaian, misalnya, jika kartu ATM lebih sering digunakan, letakkan kartu di tempat yang mudah dijangkau. Hal ini akan memudahkan Anda saat terburu-buru. Jangan memindah-mindahkan kartu-kartu ini. Semakin hafal letak kartu, semakin cepat Anda mengambilnya ketika butuh.

5. Susun Uang Berurutan
Susun letak uang secara berurutan sesuai besaran angka. Misalnya, uang seribu rupiah diletakkan di baris paling depan, dilanjutkan dengan nilai nominal yang lebih besar berikutnya. Sebaiknya uang dengan nilai nominal kecil jangan disatukan dengan yang nilai nominalnya besar. Kalau perlu, beri pembatas yang mudah terlihat antara setiap nominal. Niscaya, Anda tak akan keliru mengambil uang.

6. Pisahkan Benda Berisiko
Sebaiknya Anda tidak menaruh benda-benda seperti kunci (rumah, motor, lemari), surat berharga (STNK), cincin, atau flash disk di dompet. Jika barang-barang itu hilang bersamaan dengan dompet, si pencuri berpeluang menggasak barang-barang lainnya dengan kunci yang didapatnya atau mengambil data penting dalam flash disk.

7. Batasi Jumlah Foto
Wanita senang menyimpan foto dalam dompetnya. Tak jarang, jumlahnya lebih dari 1. Ingat, fungsi dompet adalah untuk menyimpan uang, bukan album keluarga. Anda tak perlu membawa semua foto, karena akan membuat dompet tebal dan sempit. Bawa 1-2 foto saja.

8. Buang yang Tak Perlu
Singkirkan benda-benda yang tak perlu, seperti klip kertas, permen, tisu, dan lainnya. Benda-benda ini akan mengotori dan membuat dompet penuh. Begitu pula dengan alat-alat kecantikan, simpanlah dalam wadah terpisah.

9. Siapkan Dimpet Khusus Receh
Uang receh sebaiknya disimpan dalam tempat khusus. Jangan digabungkan dengan uang kertas atau kartu. Bila dalam dompet tidak ada fungsi penyimpan receh, belilah tempat khusus untuk itu. Ini penting, karena seringkali uang receh membuat dompet berantakan dan menggembung, sulit ditutup, tak lama dompet akan rusak.

10. Bersihkan Secara Berkala
Semakin cepat kotoran pada dompet dihilangkan, makin kecil kemungkinan kerusakan yang timbul. Jika dompet terbuat dari bahan kulit, sebaiknya dibersihkan di tempat cuci profesional, seperti laundry. Dompet kotor pun bisa menyebar bau tidak sedap di dalam tas.

Ingin Minta Kenaikan Gaji?



Banyak perusahaan yang mendesak karyawannya untuk melakukan tugas-tugas baru yang dulu bukan merupakan tanggung jawabnya. Anda mungkin akan menerima hal ini dengan keluh-kesah, tapi dengarkan dulu. Bagaimana jika Anda menerima tugas ini sebagai tantangan? Bekerjalah dengan sebaik-baiknya, karena bila performa Anda sangat baik, Anda dapat menjadikan hal ini senjata untuk menodong kenaikan gaji, di luar kenaikan gaji berkala.

Namun, banyak orang yang merasa risih untuk meminta kenaikan gaji, apalagi jika atasan tidak menampakkan tanda-tanda peduli pada beban kerja Anda. Agar Anda tidak terlihat sok tau, atau tidak tahu diri, ini yang harus Anda lakukan untuk mengajukan permohonan kenaikan gaji:

1. Riset
Gunanya, memastikan bahwa Anda memang layak mendapatkan kenaikan gaji. Rate gaji memang tergantung pada tipe perusahaan, bidang yang Anda jalani, dan tentunya kemampuan Anda sendiri. Coba cek seberapa besar gaji karyawan di tempat lain dengan level Anda, untuk mendapat gambaran berapa seharusnya Anda minta kenaikan. Pelajari pula aturan promosi atau perhitungan kenaikan gaji di perusahaan Anda. Siapa yang punya kekuasaan untuk membuat keputusan mengenai gaji? Apakah setiap orang dalam range gaji Anda memperoleh kenaikan yang sama? Pastikan juga bahwa kondisi keuangan perusahaan Anda dalam keadaan sehat. Nah, gunakan informasi ini sebagai justifikasi untuk kenaikan gaji Anda.

2. Tunjukkan kerja keras Anda
Apakah Anda layak mendapat kenaikan? Mungkin iya, tetapi pastikan atasan Anda sudah melihat hasil kerja keras Anda. Anda sudah bekerja melebihi target, dan mampu memegang tanggung jawab lebih besar terhadap pekerjaan. Ini bukan saatnya bagi Anda untuk merendahkan diri. Tulis semua pencapaian Anda, dan tunjukkan bahwa Anda sudah siap untuk menunjukkan performa yang lebih tinggi.

3. Iklankan pencapaian Anda
Ekspresikan nilai Anda untuk perusahaan, caranya dengan memberikan daftar aktivitas tambahan yang sudah Anda lakukan untuk mencapai tugas-tugas Anda. Di jaman ketika banyak perusahaan kerap melakukan PHK, hal ini memang umum dilakukan. Apakah Anda mampu menangani pekerjaan yang biasanya dilakukan dua atau tiga orang? Mungkin memang butuh kerja keras, tapi bila Anda memang mampu, Anda berhak meminta reward. Buat perkiraan nilai dari tugas-tugas tersebut, dan sarankan suatu upgrade dalam gaji Anda.

4. Fleksibel
Anda bisa saja mengajukan angka tertentu sebagai kenaikan gaji, tetapi jangan jadikan harga mati. Tetap tawarkan untuk negosiasi, dan pertimbangkan semua keuntungan yang ditawarkan perusahaan, misalnya asuransi, mengikuti training, atau dinas ke luar negeri.

5. Tunggu waktu yang tepat
Jika perusahaan sudah memiliki musim kenaikan gaji, mungkin hal ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengajukan kenaikan ekstra, sehingga dapat dimasukkan ke dalam kompensasi yang akan dibicarakan. Tentu saja hal ini juga tergantung pada situasi keuangan perusahaan. Bersabarlah, dan tunggu waktu yang tepat untuk menyampaikannya.

Menjadi Team Leader yang Dihargai



Perusahaan besar hanya bisa terwujud dari tim yang hebat, dan peran pemimpin menjadi ujung tombaknya. Sebagai team leader dalam unit kerja di perusahaan, apakah Anda berhasil mendorong kinerja untuk mencapai target yang diinginkan?

Menurut Yusa Aziz, Coach dan CEO iCOACH, dibutuhkan kepemimpinan yang kuat untuk membangun tim hebat dan memberikan hasil kerja maksimal. Pemimpin yang kuat harus menunjukkan kemampuan memberikan arahan (direction), pengambil keputusan (decide) dan pendelegasian (delegate).

Artinya pemimpin harus tegas memberikan arahan kepada timnya, dan tidak menyerahkan bagaimana baiknya kepada tim. Pengambilan keputusan yang cermat dan tegas juga ada di tangan pemimpin, dan selanjutnya memberikan kewenangan kepada tim untuk menjalankan.

"Kesalahan terbesar dalam kepemimpinan adalah vakum, menunda, dan tidak ada arah," papar Yusa, dalam seminar yang digelar oleh Share Positive Mind dan iCOACH beberapa waktu lalu.

Yusa menerangkan, untuk mendapatkan hasil yang sesuai target, rencana kerja yang jelas, dan menumbuhkan kecintaan serta tanggungjawab tinggi dari tim kerja, dibutuhkan karakter pemimpin yang kuat.

Untuk memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, pemimpin tim perlu memahami karakter tim kerja lebih dahulu, yakni:
* Tim Anda perlu diarahkan oleh pemimpinnya.
* Tim membutuhkan hirarki.
* Tim membutuhkan struktur yang jelas.
* Tim membutuhkan kejelasan dalam menjalankan rencana kerja.
* Tim membutuhkan ruang untuk bertumbuh.
* Tim membutuhkan penghargaan (reward) atas prestasinya.

Jika sudah begini, sebagai pemimpin Anda tak sekadar disukai, namun mendapat penghargaan (respect) dari tim. Apalagi jika sebagai pemimpin Anda tidak pelit mengakui dan memberikan penghargaan atas kinerja tim yang memberi hasil maksimal. Loyalitas dan dedikasi dari tim akan menjadi ganjaran atas kemampuan Anda memimpin tim kerja.

Sudahkah Anda (sebagai pemimpin) mendapat respect dari tim kerja?

5 Cara Agar Mampu Berkembang dalam Karier



Pilihan karier dan pekerjaan ada di tangan Anda. Setiap putusan pasti melahirkan konsekuensi yang membuat Anda bertumbuh, atau sebaliknya, melahirkan kegelisahan hingga akhirnya Anda berpaling ke profesi lain.

Keputusan yang tepat berawal dari sejauh mana Anda mengenali diri sendiri, dan membuat putusan atasnya, kemudian berjaya dengan karier yang menjadikan Anda pribadi sukses. Untuk Anda yang ingin berganti pekerjaan lantaran ketidakpuasan, cermati lagi faktor berikut ini:

1. Kerjakan yang Anda senangi
Tahap awal yang teramat penting dalam perencanaan karier adalah mencari tahu dan mengenali apa yang Anda senangi. Kebanyakan orang, yang puas dengan pekerjaannya, mengakui mereka mencintai pekerjaan dan berhasil membuktikan dalam performa kerja sehari-hari yang maksimal dan tanpa beban. Kemampuan mengenali apa yang Anda sukai menjadi motivasi diri paling ampuh untuk tetap membuat seseorang bahagia dan sukses dalam pekerjaan.
Tip: Buat daftar pekerjaan atau profesi yang Anda senangi, sebebas apa pun tanpa pagar, lalu beri rating mulai 1 hingga 10, berangkat dari yang paling Anda suka menuju ke pekerjaan impian pada urutan ke-10.

2. Pelajari lagi dimana letak kemampuan Anda
Boleh jadi Anda telah menemukan pekerjaan apa yang paling Anda senangi, namun pastikan untuk tetap realistis. Eksplorasi kembali bakat Anda untuk membantu menemukan pekerjaan yang tepat dan mengidentifikasi pilihan karier yang jelas.
Tip: Coba ikuti tes bakat online atau cari konsultan karier yang cocok untuk Anda. Bisa jadi cara ini mempermudah Anda memposisikan diri dimana kemampuan Anda seharusnya disalurkan.

3. Tambah skill melalui training atau pusat pendidikan khusus
Sejumlah profesi menuntut skill khusus atau latar belakang pendidikan tertentu. Pelatihan, seminar, atau jalur pendidikan dapat meningkatkan skill Anda, maka manfaatkanlah. Kenali dulu kemampuan apa yang harus ditambah untuk mendukung karier, dan tetaplah realistis. Biaya pendidikan, waktu, lokasi, dan perencanaan yang matang, harus menjadi pertimbangan lainnya.
Tip: Bagi pemula, bisa menggunakan jalur magang, sedangkan bagi yang sudah berpengalaman jangan sungkan belajar lagi melalui jalur pendidikan formal yang bisa menguatkan skill Anda.

4. Tentukan perusahaan yang tepat untuk Anda
Kesulitan utama dari pencari kerja adalah menentukan perusahaan mana yang paling tepat untuk Anda. Bisa jadi Anda sudah menentukan di bidang apa Anda akan berkarier sesuai dengan karakter dan bakat Anda, namun menjadi sulit untuk memastikan perusahaan mana yang lebih cocok sebagai batu loncatan Anda. Jaringan yang luas bisa sangat membantu Anda mengenali karakter perusahaan.
Tip: Hubungi dan jalin komunikasi yang baik dengan ikatan alumni atau teman Anda yang memiliki kesamaan karakter atau profesi yang Anda inginkan, untuk mencari informasi yang bisa menguatkan Anda.

5. Kendalikan pikiran dengan lebih positif
Memfokuskan pikiran kepada hal yang positif terbukti membantu Anda menarik kekuatan untuk mendapat karier yang cerah. Biasakan berpikir terbuka, belajar mengendalikan stres lebih efektif, mengenali diri kapan harus menggenjot performa, kapan bisa meregangkan urat saraf, dan menemukan jalan untuk mencegah diri menjadi frustrasi karena pekerjaan.
Tip: Kendalikan diri dan pikiran untuk selalu positif, dan bekerjalah tanap beban. Dijamin cara ini menggiring Anda pada kesuksesan karier.

Ingin Mendapat Promosi? Ukur Kinerja Anda!



Performa kerja Anda bisa menjadi indikator keberhasilan dalam karier. Jika merasa puas dengan etos kerja saat ini (yang dinilai tak produktif di mata atasan), atau bertahan dengan kebiasaan buruk dalam menyelesaikan pekerjaan dan tak segera meng-upgrade-nya, jangan berharap atasan akan memperhitungkan Anda untuk promosi. Kenapa?

Karakter perusahaan yang harus dicermati adalah, perusahaan lebih memilih memiliki tim kecil asalkan produktif. Perusahaan tak segan memberhentikan karyawan jika dianggap tidak memberikan kontribusi terhadap kemajuan bisnis. Karyawan tanpa karakter membangun baik untuk dirinya dan perusahaan, menjadi ancaman bagi perusahaan.

Ini adalah karakter perusahaan besar yang tak sekadar menuntut kinerja tinggi karyawan, namun juga mengedepankan tim yang hebat. Artinya, perusahaan menuntut kontribusi luar biasa, sekaligus juga memberikan reward sepantasnya terhadap karyawan yang membesarkan bisnis milik si empunya usaha.

Yusa Aziz, Coach dan CEO iCOACH, menyebutkan perusahaan besar dengan tim yang hebat harus memiliki:
* Tim yang bertumbuh.
* Kepemimpinan yang kuat.
* Visi yang sejalan.
* Kode etik dan atau nilai yang sejalan.
* Rencana kerja yang jelas.
* Pemberdayaan dan delegasi.
* Penilaian, penghargaan, promosi, demosi, mutasi, bahkan penghentian.

Jika kinerja Anda bisa mendukung karakter di atas, artinya Anda punya kontribusi dan performa yang luar biasa dikarenakan Anda mencintai pekerjaan Anda, maka bersiaplah untuk mendapatkan promosi atau setidaknya reward yang memotivasi diri.

Jika Anda sebagai tim tidak bertumbuh, penilaian atasan terhadap Anda stagnan, visi mulai tak sejalan, bahkan Anda tak mampu bekerja dengan kode etik yang ada, dan rencana kerja yang tak seirama, maka waktunya Anda memutuskan pilihan: terus bekerja atau berhenti. Bila tidak, bisa jadi Anda tak menikmati profesi.

"Mengenali diri apakah Anda mencintai pekerjaan atau tidak, menjadi penting. Karena ketika melakukan apa yang suka dilakukan atau bekerja dengan kekuatan yang dimiliki dan bukan kelemahannya, maka akan keluar energi yang luar biasa. Jika tidak, segera putuskan, keluarlah dan manfaatkan waktu untuk melakukan hal lain yang lebih disukai," papar Yusa.

Jangan berharap promosi, jika Anda tak menyukai pekerjaan, karena toh performa hebat lahir dari kecintaan terhadap profesi bukan?

Gamis hijau tua elegant

Saya suka memakai gamis di semua situasi, dan tidak heran saudara saya setiap ke pesta atau menghadiri acara nikahan selalu konsultasi dengan saya. Seperti tadi, kakak saya sedang hamil tiga bulan tentunya dia memerlukan BAJU HAMIL yang nyaman untuk dia pakai ke pesta. Namun dia bingung, saya iseng saya, mengukur badanya dan membuat sketsa busana untuknya.

Dua jam berlalu jadilah sketsa yang saya buat dengan gamis hijau tua di padu ikatan di leher yang elegant. Akhirnya saya bergegas pergi ke toko GROSIR BUSANA MUSLIM. Untuk membeli tiga meter kain yang akan saya bawa ke tukang jarit. Ya untuk saudara sendiri tidak perlu mahal narik ongkos. Asal kakak saya senang. Alhasil dua minggu sudah, baju telah selesai dijarit dan alhamdulilah kakak saya yang lagi hamil senang dan nyaman memakainya. Jadi buat anda kaum ibu hamil gamis hijau tua yang elegant cocok untuk anda ke pesta maupun ke mall.

Berbagi Tips dan Triks Gratis

Dapatkan Tips dan triks Gratis untuk menghasilkan Uang Dari Blog. Di
www.uangdariblog.com anda akan menemukan banyak sekali tips yang akan
membatu anda mendapatkan penghasilan pertama dari blog. Semua tips dan
trik itu bisa anda dapatkan dengan gratis tanpa mengeluarkan uang
sepeserpun. Selain dari Di www.uangdariblog.com, anda juga bisa
mendapatkan berbagai trik di www.ayoberbagi.com.

Kiat Sukses Menjadi Agen Asuransi



Agen asuransi adalah profesi yang sedang "happening" saat ini. Orang yang sedang tidak terikat dengan perusahaan tertentu, atau yang sedang mencari penghasilan tambahan, biasanya mengincar pekerjaan ini.

Seperti yang dituturkan Ginawati Djunaedi, Chief Agency Officer Allianz Life Indonesia, tidak ada syarat khusus untuk menjadi seorang agen asuransi. Setiap orang, apa pun latar belakangnya, bisa melamar bekerja sebagai agen. Yang perlu Anda lakukan saat melakukan pekerjaan ini adalah menerapkan strategi, atau sistem, yang sudah diberikan perusahaan saat pelatihan.

Namun, untuk menjadi agen asuransi yang sukses, pada dasarnya Anda perlu menerapkan kiat berikut:

1. Membiasakan diri dengan bidang asuransi. Bila sudah menjadi nasabah, Anda sudah memiliki pengetahuan mendasar tentang hal ini. Namun tak ada salahnya menambah wawasan dengan membaca atau berkonsultasi dengan agen langganan.

2. Terus mengikuti perkembangan dunia asuransi. Jangan berdiam diri dan merasa sudah cukup memiliki pengetahuan. Belajarlah dari agen-agen di kantor yang sudah mencapai kesuksesan.

3. Pantang menyerah. Bukan tidak mungkin Anda ditolak saat menawarkan produk. Bersabarlah dan tetap semangat. Masih banyak calon nasabah potensial lain. Meski ditolak, jangan putuskan hubungan dengan orang tersebut. Tunggulah selama beberapa saat. Setelah itu, kembali dekati dia. Bisa saja pada saat itu ia sudah berubah pikiran. Lakukan semuanya dengan sopan-santun.

4. Jangan bertele-tele saat menjelaskan sebuah produk. Beritahu nasabah dengan bahasa yang sederhana. Bila harus membuat perhitungan, lakukan juga dengan cara-cara sederhana agar nasabah benar-benar mengerti produk apa yang akan dimilikinya.

5. Jadilah teman yang baik bagi nasabah. Dengarkan keluh-kesahnya agar Anda benar-benar mengenal kepribadiannya. Anda pun jadi bisa menentukan produk apa yang paling baik untuknya. Nasabah pun akan merasa memiliki agen yang benar-benar memperhatikan dirinya.

6. Selalu rajin. Rajin mencari calon nasabah, rajin memantau perkembangan nasabah yang sudah ada, rajin melengkapi diri dengan informasi-informasi baru, dan lain-lain. Besarnya komisi yang kita dapatkan juga bergantung pada seberapa rajin kita bergerak.

7. Jujurlah pada nasabah. Jelaskan semua syarat dan keuntungan setiap produk asuransi. Bila ia bertanya produk asuransi apa yang paling cocok dengan kondisinya, ajukan produk yang tepat. Jangan membelok-belokkan nasabah demi keuntungan pribadi.

8. Pelajari cara yang tepat untuk menjual produk. Tidak ada satu formula pemasaran yang mutlak cocok untuk semua orang. Setiap orang memiliki karakteristik dan kepribadian yang berbeda. Sesuaikan jurus-jurus Anda dengan orang yang sedang dihadapi. Ada baiknya mencari informasi mengenai mereka dahulu sebelum Anda menawarkan produk.

9. Kenali setiap produk asuransi yang perusahaan miliki. Bisa jadi di masa depan Anda merasa lebih nyaman menjual satu jenis produk tertentu, misalnya asuransi pendidikan. Tetapi Anda tetap harus mengenal produk lain. Jangan sampai nasabah berpikir Anda agen yang tidak kompeten hanya karena tidak menguasai product knowledge.

10. Utamakan yang terbaik untuk nasabah. Ketika memutuskan menjadi agen, Anda harus mengedepankan kepentingannya. Menjadi agen berarti membantu mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi mereka. Jika sebelumnya sudah merasakan manfaat asuransi, inilah giliran Anda untuk berbagi yang sama dengan mereka.

Dream Job: Agen Asuransi



Agen asuransi telah menjadi salah satu pilihan profesi saat ini. Bagaimana tidak? Ada berbagai keuntungan yang didapatkan dengan bekerja menjual produk-produk asuransi.

Menurut Ginawati Djunaedi, Chief Agency Officer Allianz Life Indonesia, tidak ada syarat khusus untuk menjadi seorang agen asuransi. Setiap orang, apa pun latar belakangnya, bisa melamar bekerja sebagai agen. Yang penting adalah kepribadian kita, dan kemauan keras untuk bisa mencapai kesuksesan.

Anda juga tidak perlu menunggu hingga perusahaan membuka lowongan. Sekarang pun Anda bisa melamar. Perusahaan akan menyambut baik lamaran Anda dan menindaklanjutinya. Setelah itu, tentu saja akan dilaksanakan pelatihan. Anda akan diberi materi-materi yang menyangkut sejarah perusahaan, produk-produk asuransi, kiat-kiat menjaring nasabah, serta menjelaskan manfaat, dan masih banyak lagi.

Waktu pelatihan berbeda-beda, tergantung perusahaannya. Ada yang mengadakannya dalam hitungan hari, ada pula yang dalam hitungan minggu. Sesudah resmi menjadi agen, perusahaan akan mengadakan pelatihan lain lagi di waktu yang berbeda untuk terus mengasah kemampuan agen.

Dalam anggapan Fonny Torar, agen asuransi Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912, akan lebih baik bila seorang agen asuransi sudah pernah atau terlebih dulu merasakan manfaat asuransi. Dengan demikian, ia bisa tampil lebih meyakinkan saat harus mempresentasikan berbagai jenis produk asuransi. Kalau memiliki agen asuransi langganan, Anda bisa menghubunginya untuk sekadar berkonsultasi tentang kemungkinan ini.

Tak perlu modal besar
Berbeda dari jenis usaha lainnya, menjual produk asuransi tidak mengeluarkan banyak biaya. Anda tidak perlu memiliki sejumlah modal tertentu untuk memulainya. Semua produk sudah disiapkan perusahaan. Yang perlu Anda lakukan hanya memasarkannya pada calon nasabah.

Paling-paling Anda hanya perlu biaya transportasi dan komunikasi, dan sesekali biaya menjamu, untuk bisa menjangkau nasabah. Kalau memiliki beberapa nasabah yang saling mengenal, Anda bisa mengajak mereka untuk berkumpul sehingga dapat menemui mereka sekaligus. Praktis dan lebih hemat.

Bebas atur waktu
Menjadi agen asuransi tidak seperti kebanyakan pegawai lain yang terikat dengan jam kantor. Kebanyakan waktu mereka dihabiskan di luar dengan nasabah-nasabah. Ada yang mendatangi nasabah langsung ke rumah, ada yang mengunjungi ke kantor, dan ada lagi yang membuat janji bertemu di mal atau kafe.

Ini yang mengakibatkan banyak ibu rumah tangga tertarik menjadi agen asuransi. Mereka tetap bisa bekerja dan mendapatkan pemasukan tambahan tanpa harus mengorbankan kepentingan keluarga. Yang penting mereka harus pintar-pintar bagi waktu.

Ada satu hal yang perlu Anda ingat. Waktu kerja fleksibel berarti Anda juga harus mau mendatangi nasabah kapan pun ia mau atau merasa butuh. Bukan mustahil jika ia meminta Anda datang di akhir pekan. Pekerjaan agen asuransi juga melibatkan aspek melayani nasabah sebaik-baiknya.

Walaupun jam kerjanya bisa dibilang sangat fleksibel, perusahaan tetap menerapkan aturan agar kinerja agen bisa terus dipantau. Mereka meminta agen untuk memberi laporan secara berkala tentang aktivitas atau pencapaian yang sudah diraih. Bila tidak bisa datang langsung ke kantor, agen bisa melapor lewat telepon atau sural elektronik.

Komisi menggiurkan
Salah satu daya tarik bidang asuransi adalah komisinya. Meskipun bekerja sebagai agen tiak mendapatkan gaji, Anda akan memperoleh pendapatan dari komisi. Komisi ini jumlahnya beragam, sesuai nilai polis yang berhasil dijual, tapi pada umumnya angkanya cukup menjanjikan.

Semakin tinggi nilai polis, semakin besar jumlah komisi yang bisa diperoleh. Sebagai contoh, di AJB, Anda bisa mendapatkan komisi minimal sejumlah 30 persen dari nilai polis. Jadi, bila berhasil menjual polis senilai Rp 10 juta, Anda akan diberi komisi sebesar Rp 3 juta.

Itu komisi per polis, lho. "Kalau dalam sebulan bisa menjual polis kepada empat orang, total komisi yang Anda dapat bisa mencapai Rp 12 juta," terang Rizal Rais, Kepala Cabang KCE II AJB. Menguntungkan sekali, bukan?

Tanpa mengeluarkan uang, Anda bisa mendapatkan laba. Modalnya hanya supel dan rajin mencari calon nasabah. Di masa depan, Anda dapat memiliki karier gemilang di bidang ini.

Rasa Takut Bisa Menjadi Kekuatan



Seringkali rasa takut mengalahkan, dan bahkan menyulitkan kita untuk mengambil keputusan. Ingin berganti profesi, khawatir salah langkah. Punya potensi berkembang dalam karir, khawatir salah terka. Takut, menjadi alasannya; atau sebenarnya Anda tengah dimanja dalam zona nyaman?

Yusa Aziz, Coach dan CEO iCOACH, mengatakan sabotase diri (self sabotage) cenderung menutup kesempatan pengembangan diri. Sebagai ilustrasi, potensi Anda bisa bernilai milyaran tetapi Anda bertahan dengan kondisi saat ini senilai 100 juta, misalkan.

"Menjadi berbahaya ketika menjadi orang yang netral atau status quo. Dan 90 persen masyarakat berada dalam posisi netral, tidak berani bertindak dan bertahan dengan perasaan aman dan nyaman," papar Yusa dalam seminar yang diselenggarakan oleh Share Positive Minds bekerjasama dengan iCOACH di Sindang Reret Resto Jakarta.

Coach Yusa menegaskan rasa takut atau fear membuat seseorang tidak mampu maju dan berkembang. Ketakutan menjadi tidak sempurna, tidak diterima, gagal, menjadi ciri-cirinya.

Polanya, menurut Yusa adalah, alam bawah sadar membentuk self sabotage, lalu menutup segala kemungkinan untuk berkembang. Sederhananya, jika ingin berkembang hancurkan lebih dahulu self sabotage dalam diri Anda.

"Fear bisa menjadi kekuatan dengan mengubahnya menjadi keyakinan (faith), antusiasme (enthusiasm), tindakan (action) lalu kemudian menghasilkan (result)," jelasnya.

Bagaimana mensinkronkan otak kanan dan kiri Anda kemudian akan membantu Anda mengalahkan rasa takut? Setidaknya mulai dari tahap ini terlebih dahulu. Kemudian, Yusa menerangkan, perangi kebiasaan buruk dalam keseharian. Program diri sendiri dengan menulis hal positif, rekam, dan afirmasikan. Ini menjadi terapi personal yang bisa mengubah kebiasaan buruk Anda, yang disebut oleh Yusa sebagai mental block.

"Perubahan mindset semacam ini akan membantu seseorang dalam membuiat pilihan-pilihan dalam hidupnya,"

7 Topik Terlarang di Kantor


Anda dan teman kantor sudah sehati, semakan siang, dan seperjalanan. Namun, tak semua hal bisa Anda ceritakan. Berikut adalah 7 topik pembicaraan terlarang untuk didiskusikan dengan teman kantor meski ia teman terbaik Anda.

Gaji Anda
Ini topik yang sangat sensitif digosipkan di acara makan siang. Banyak perusahaan yang mewanti-wanti karyawannya untuk tidak saling membocorkan gaji. Seberapa dekat pun hubungan dengan sahabat, sebaiknya hindari buka-bukaan soal ini. Biarlah besarnya gaji yang Anda terima hanya Anda, HRD manager, dan tembok ruang HRD yang tahu. Kalau teman memaksa Anda untuk memberi tahu, alihkan pembicaraan ke topik lain. Atau, kalau dia tetap keukeuh, jawab saja secara diplomatis, "Yaah, samalah dengan gaji kamu."

Bila Anda membocorkan rahasia ini dan berimbas pada suasana kantor yang tidak menyenangkan, Anda akan dianggap sebagai orang yang tidak bisa memegang kepercayaan perusahaan.

Tumpukan Pekerjaan
Tumpukan pekerjaan yang menggunung dan deadline yang tak masuk akal tetap bukan alasan untuk menyebarkan virus bete Anda kepada rekan kerja. Berkeluh kesah tentang pekerjaan kepada rekan kerja bukan solusi untuk memecahkan persoalan Anda. Apakah dengan curhat kepada teman, pekerjaan Anda akan berkurang? Apakah teman Anda langsung mengulurkan tangannya menawarkan bantuan? Hmm, kayaknya tidak juga.

Kalau setiap kali mendapat pekerjaan sulit Anda hanya mengeluh dan mengeluh, itu bisa membahayakan karier Anda. Atasan akan menganggap Anda tidak efisien dan malas serta tidak dapat mengatasi tekanan. Jadi, ketimbang mulut Anda berbusa curhat ke sana kemari, lebih baik duduk di tempat, dengarkan musik kalau perlu, singsingkan lengan baju, dan cobalah untuk menyelesaikan pekerjaan sebaik mungkin. Percayalah, tidak ada film yang tak berakhir, tak ada pekerjaan yang tak bisa diselesaikan kalau Anda benar-benar mengerjakannya.

Perselisihan dengan Bos
Biasanya Anda terlihat mesra bersama si bos. Dalam rapat, Anda dan dia saling mendukung. Di jam istirahat, Anda dan dia makan siang satu meja. Belakangan, Anda merasa tidak lagi sejalan dengan si bos. Dan, perubahan ini terlihat jelas di mata teman-teman. Persoalannya, perlukah Anda peduli pada penilaian teman Anda? Haruskah Anda kemudian bercerita panjang lebar tentang perselisihan dengan si bos? Sebaiknya jangan.

Bila Anda bercerita kepada semua orang, Anda mungkin diberi cap troublemaker. Sebab, Anda dianggap "menghasut" atau memberikan pengaruh buruk kepada rekan kerja untuk membenci atasan. Kalau sudah seperti ini, bukan tidak mungkin perjalanan karier Anda akan dijegal oleh orang-orang yang tidak suka. Langkah terbaik adalah kunci rapat mulut Anda.

Keburukan Orang Lain

Menjalin pertemanan dengan rekan kerja tidak cukup dengan ritual makan siang bersama. Ada aturan main yang perlu dipahami, di antaranya tetap menjaga profesionalitas. Apakah hubungan dengan sebelah Anda sedang baik atau buruk, hindari membicarakan hal-hal negatif tentang teman Anda kepada rekan kerja yang lain. Misalnya, mendiskusikan selera berpakaiannya yang buruk, kehidupan pribadinya, ataupun pekerjaannya. Percayalah, tidak semua orang senang dengan apa yang Anda diskusikan ini. Mereka akan menilai Anda gossiper berat, kekanakan, dan sebagainya. Attitude yang buruk akan memengaruhi langkah karier Anda menuju puncak.

Riwayat Kesehatan
Anda sering terserang migren? Atau penyakit asma Anda sering kambuh di musim hujan? Hindari menceritakannya kepada rekan kerja. Riwayat kesehatan Anda bukan untuk konsumsi publik. Membicarakan masalah kesehatan pribadi mengundang risiko. Anda akan dipandang sebagai orang yang penyakitan sehingga tidak bisa memberikan yang terbaik untuk perusahaan. Bukan tidak mungkin promosi di depan mata lepas hanya karena si atasan mendapat informasi bahwa Anda sering mendapat migren kala deadline.

Kehidupan Pribadi
Sering terjadi, saking merasa dekatnya dengan seseorang, kita boleh mengungkap semua rahasia pribadi. Lagi jadian dengan siapa, putus berapa kali, dan pacar menghilang di tengah jalan bukanlah informasi yang bisa Anda bagi kepada rekan kerja saat makan siang. Mungkin saja mereka tidak begitu tertarik pada persoalan pribadi orang lain. Jadi, sebaiknya hindari membicarakan hal-hal seperti ini. Bagi sebagian orang, Anda akan terlihat menyedihkan ketika Anda begitu gampangnya mengumbar persoalan pribadi kepada orang lain.

SARA
Bukanlah tempat yang tepat untuk membuka segala hal yang berhubungan dengan SARA di kantor. Itu adalah persoalan sensitif yang bisa saja mencelakakan diri sendiri. Apalagi bagi Anda orang baru. Anda tidak pernah tahu perusahaan tempat Anda bekerja itu masih mengenal diskriminasi atau tidak. Tentunya Anda tidak mau karier terganjal karena masalah SARA, jadi tetaplah berahasia untuk soal yang satu ini.

Kantor adalah lingkungan sosial yang diharapkan agar Anda bisa bersikap profesional. Jadi, tetaplah ingat: Business is business, friendship is friendship.

Kayu Putih untuk Menyembuhkan Berbagai Penyakit

Kayu putih memang sangat terkenal dengan khasiatnya yang memang ampuh untuk mengobati berbagai macam penyakit. Apakah anda tau dimana bisa mendapatkan tanaman kay putih? Saya sendiri tidak tau dimana harus mencari tanaman ini,hehe. Penyakit apakah yang bisa disembuhkan oleh tanaman kayu putih? Dan bagaimana cara mengolahnya agar menjadi OBAT HERBAL yang mujarab? Kita akan bahas satu-satu, jadi lanjutkan membaca tulisan ini.

Berikut adalah penyakit yang bisa disembuhkan oleh tanaman kayu putih. Reumatik, Radang usus, Diare, Radang kulit, Batuk, demam, flu.; Sakit kepala, sakit gigi, Ekzema, Nyeri pada tulang dan saraf; Lemah tidak bersemangat (neurasthenia), Susah tidur, Asma.

Wah ternyata banyak sekali penyakit yang bisa disembuhkan menggunakan tanaman kayu putih. Dan untuk rincian penggunaannya akan kita bahas di artikel berikutnya, jadi jangan pernah bosan untuk membaca artikel OBAT TRADISIONAL di blog ini.

Tips Membuat PIN yang Aman


Berita pembobolan bank melalui ATM milik konsumen kembali marak. Kasus pembobolan bank melalui mesin uang ini sebenarnya bukan hal baru. Sejak ATM diperkenalkan di Indonesia, sejak itu sudah ada rekening nasabah yang uangnya dikuras melalui mesin ATM. Hanya saja, biasanya pihak bank tidak terlalu memublikasikan masalah ini karena semata-mata menyangkut prestise bank itu. Umumnya, kasus pembobolan terjadi karena konsumen teledor dalam menjaga kerahasiaan PIN-nya.

Menurut Unang Muchtar, blogger Kompasiana dalam artikel Tips Membuat PIN (Personel Identification Number) yang Aman, keteledoran yang pernah terjadi antara lain:
* Konsumen menuliskan PIN di kartu ATM-nya.
* Konsumen menuliskan PIN di diary-nya.
* Konsumen menyimpan nomor PIN di dompet uangnya.
* Konsumen menyuruh orang untuk mengambilkan uangnya di ATM dengan memberi tahu nomor PIN-nya.
* Konsumen menulis PIN dalam data ponsel.
* Pemberitahuan PIN dari pihak bank tidak diteliti oleh konsumen, di mana pemberitahuan itu sudah dibuka oleh orang dalam yang bekerja di bank.

Kondisi di atas sangat berbahaya karena orang akan mudah melihat PIN kita saat kita teledor meletakkan diary kita, dompet kita hilang (plus kartunya lagi), ponsel kita hilang atau dipinjam orang lain, dan lain-lain.

Nah, ini beberapa tips untuk mengamankan PIN kita dari niatan jahat orang-orang yang tidak bertanggung jawab:
* Pada saat kita menerima pemberitahuan PIN dari bank, yakinkan bahwa kertasnya masih utuh dan belum ada tanda-tanda pernah disobek atau dibuka oleh siapa pun.
* Hafalkan sejenak PIN yang baru kita terima. Setelah yakin hafal, segera ganti PIN itu dengan PIN sesuai dengan keinginan kita (hancurkan segera kertas yang berisi PIN dari bank, bila perlu dibakar saja).

Hal yang harus diperhatikan pada saat kita membuat PIN adalah:
1. Yakinkan bahwa tidak ada orang di sekitar kita pada saat membuat PIN baru.
2. Kalau PIN itu harus dalam bentuk “angka”, hindari membuat PIN dengan angka-angka yang menggambarkan tanggal, bulan, dan hari kelahiran kita, keluarga kita, atau mungkin kekasih kita karena angka-angka ini sangat mudah diduga-duga oleh orang yang berniat jahat.
3. Hindari juga membuat PIN yang menyangkut nomor rumah serta RT dan RW tempat kita tinggal. Angka-angka ini juga sangat mudah ditebak-tebak oleh mereka yang tidak bertanggung jawab.
4. Hindari PIN yang berkaitan dengan nomor ponsel kita atau nomor telepon rumah atau extension di kantor kita.
5. Angka-angka PIN harus lain-lain, misal kita diminta membuat 6 angka, jangan sampai ada angka yang sama, gunakan angka 0 sampai 9 secara acak.
6. Jangan pernah memberitahukan PIN kita kepada siapa pun (termasuk kepada keluarga sendiri).
7. Pada saat kita bertransaksi, perhatikan bahwa tidak ada orang di kiri, kanan, atau di belakang kita (bila orang di belakang Anda tampak mengintip apa yang sedang Anda lakukan, jangan ragu untuk menegurnya).
8. Jangan pernah menuliskan PIN kita di mana pun, hafalkan PIN kita sendiri.
9. Ganti secara berkala PIN kita (bila perlu, sebulan sekali).
10. Kalau PIN itu harus dalam huruf atau kombinasi huruf dengan angka, hindari membuat PIN yang menggunakan nama kita, nama panggilan kita, nama keluarga kita, nama kekasih atau mantan kekasih, nama kantor, dan nama jalan rumah kita karena kondisi ini akan sangat mudah ditebak. Biasanya, orang-orang yang berniat jahat tidak perlu tahu persis PIN kita. Mereka cukup menangkap dua atau tiga angka atau huruf, maka mereka akan mudah menemukan terusannya.
11. Biasakan untuk mengacak PIN kita dengan nomor yang bukan PIN kita (cukup sekali saja) sebelum kartu ATM keluar setelah transaksi sehingga jejak PIN kita yang sebenarnya jadi terhapus. Tekan "Cancel" agar kartu kita tidak tertelan karena kita sengaja membuat PIN yang salah.

Makan Siang Nyaman di Kantin Hidayatullah



Mereka yang berkantor di kawasan Sudirman, Gatot Subroto, atau Senayan, tentu akan dengan mudah mengunjungi mal-mal yang berlokasi di area tersebut. Kafe-kafe atau food court di mal-mal tersebut akan langsung ramai dikunjungi para pekerja kantoran pada jam makan siang. Bila sudah menjelang akhir bulan, atau saat sudah bosan dengan cita rasa hidangan di food court, mereka pun beralih membanjiri warung-warung yang banyak didirikan di pinggiran atau belakang gedung perkantoran.

Sebut saja kantin Hidayatullah. Kantin ini terletak di belakang gedung Sampoerna Strategic Square dan Menara Standard Chartered, yang bisa dicapai dari jalan Casablanca. Sebelumnya, para pedagang makanan di kantin tersebut mangkal di depan Masjid Hidayatullah. Setelah terkena penertiban, mereka justru dilokalisasi di belakang dua gedung tersebut. Para pedagang dikenakan biaya sewa secara bulanan.

Setelah menjadi kantin, para pekerja kantoran justru merasa senang. Sebab, selain luas, kantin itu juga sangat rapi dan nyaman. Setiap siang pukul 12.30 hingga 14.00, mereka yang berkantor di kawasan Sudirman dan Casablanca tampak berbondong-bondong mengunjungi kantin tersebut. Tak terkecuali Kompas Female, yang kebetulan sedang mampir ke tempat tersebut.

Menu yang ditawarkan di kantin yang berdiri hampir dua tahun lalu itu kebanyakan makanan tradisional. Sebut saja sop iga, sate padang, sate kambing, masakan padang, soto mie, siomay, lontong dan ketupat sayur, hingga jajanan yang bisa menjadi dessert seperti rujak buah, sop buah, dan aneka es.

Meskipun ramai, soal kebersihan dan kenyamanan kantin ini bisa dibilang sangat baik. Tak heran para pekerja kantoran itu betah berlama-lama nongkrong sambil bercanda dengan teman-temannya. Sebut saja Indah. Wanita, yang bekerja di salah satu perusahaan multinasional di bilangan Sudirman, ini mengaku selalu menyambangi kantin Hidayatullah.

''Lokasinya dekat, tempatnya juga lumayan luas. Makanannya bervariasi, murah lagi!'' jelas Indah. Ia mengaku lebih suka berlama-lama di kantin karena tidak butuh waktu lama untuk sampai ke kantornya.

''Kalau harus ke mal, waktu perjalanannya sudah habis 30 menit pulang-pergi. Belum lagi pilih-pilih makanannya, karena banyak lokasi. Booth makanannya juga berjauhan,'' imbuh ibu satu anak itu.

Ia juga mengakui, makan di kantin ini lebih irit, karena harganya cukup murah. Sedangkan kalau makan siang di mal, setelahnya pasti jadi melirik-lirik butik atau department store. Dari melihat-lihat, akhirnya jadi tergoda untuk membeli. Gaya hidup seperti ini tak cocok buatnya, dan Indah cukup berani untuk menjauh dari godaan tersebut.

Tak jauh berbeda dengan Indah, Wawan juga lebih memilih makan di kantin tersebut karena menu makanannya sangat bervariasi.

''Tempatnya luas, mau ngerokok juga enggak masalah. Kalau di mal repot cari parkirannya. Belum lagi makanannya mahal. Kalau di kantin, yang penting makanannya bervariasi dan enak. Selain itu enggak banyak gangguan pengamen,'' jelasnya.

Pekerja kantoran yang belum sempat sarapan di rumah juga bisa mampir untuk membeli makanan. Sebab sejak pukul 07.00 pagi para pedagang yang seluruhnya memakai seragam kaos warna oranye itu sudah siap dengan berbagai menu andalan mereka.

''Jam kerja kita seperti orang kantoran, mbak. Jam 07.00 sudah siap, lalu pukul 17.00 sudah tutup,'' seloroh Ahmad, yang berdagang siomay di situ.

Tiap jam makan siang, setidaknya 30 porsi siomay berhasil dijualnya. ''Keseluruhannya nggak pasti. Tapi yah, dua panci besar ini pasti habis,'' imbuhnya.

Bagaimana dengan Anda? Punya tempat makan siang favorit di sekitar kantor Anda?

Jangan Menyimpan Semua Uang di ATM!


Kebobolan uang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Dari akibat sifat yang boros, atau akibat pembobolan ATM yang makin sering terjadi belakangan ini. Melihat kasus pembobolan ATM seperti ini, sangat mungkin frekuensi yang terlalu sering mengambil uang di ATM memberikan ruang bagi para hacker untuk mengidentifikasi PIN Anda, kemudian menguras habis uang yang tersimpan dalam rekening tabungan Anda.

Aidil Akbar Madjid, perencana keuangan, mengatakan sebaiknya kita memaksakan diri untuk menggunakan uang seperlunya sesuai anggaran. Dengan begitu, uang Anda aman tersimpan dalam pos rutin bulanan, dan tak sepenuhnya mempercayakan simpanan di ATM, apalagi mengandalkan kartu kredit.

"Harus ada keseimbangan mengenai pengaturan persentase uang berdasarkan pos masing-masing. Manajemen amplop merupakan solusi paling ampuh untuk mendisiplinkan diri dalam mengatur keuangan," papar Akbar kepada Kompas Female.

Manajemen amplop yang dimaksudnya adalah membagi-bagi uang sesuai pos-pos yang sudah ditentukan. Akbar mengklaim cara ini paling efektif, terutama dilakukan saat baru menerima gaji setiap bulannya. Menurutnya, sebelum mengisi amplop untuk pos kebutuhan bulanan, pastikan Anda sudah memenuhi pos seperti investasi, dana cadangan (emergency fund), dan asuransi.

"Investasi paling aman berupa emas. Dan asuransi sebagai bentuk proteksi bukan sebagai investasi," tegasnya.

Kebanyakan perempuan di kota besar membelanjakan rata-rata 80% dari pendapatannya untuk belanja, atau yang sifatnya hiburan, papar Akbar. Kartu kredit merupakan akar masalahnya.

"Bayangkan jika seseorang dengan gaji tiga juta rupiah bisa mempunyai delapan kartu kredit yang berbeda. Kemudian, hutang senilai Rp70 juta membelitnya dengan kondisi saat ini tidak sedang berpenghasilan," kata Chairman IARFC (International Association of Registered Financial Consultants) untuk Indonesia ini.

Akbar, menegaskan kemudahan memperoleh kartu kredit juga yang membuat banyak perempuan tergoda untuk selalu berbelanja.

Anda tentu tak ingin berada dalam kondisi demikian bukan? Jadi mulai poskan uang Anda, dan disiplinkan diri untuk tidak menggunakan uang tunai yang tidak dalam anggaran. Jika masih bandel, bukan mustahil Anda pun terbelit hutang jutaan rupiah.

Kualitas Pemimpin yang Dikagumi



Banyak cara menuju puncak karier. Namun, begitu tiba di atas, tak banyak yang bisa menghayati dan menjalani peran seorang pimpinan dengan baik. Berikut adalah 8 atribut yang membedakan seorang pemimpin berhasil karena kualitas dari pemimpin yang berhasil menempati posisi puncak karena keberuntungan (kebetulan).

Kepemimpinan Artinya Mampu Memimpin Diri Sendiri
Memerintah atau menyuruh orang lain sama mudahnya dengan membagi-bagikan kartu nama. Namun seorang pemimpin yang bijaksana, ia juga harus tahu bagaimana cara memimpin dirinya sendiri. Tak hanya untuk memberikan contoh bagi orang lain, tapi juga sebagai orang yang menggerakkan roda bisnis perusahaan. Sangat penting bagi seorang pemimpin memiliki kemampuan untuk fokus dan memotivasi dirinya sama ketika ia memotivasi orang lain, saran Larraine Segil, pengajar edukasi eksekutif di California Institute of Technology, Pasadena, AS.

Jangan Menjadi Diktator
Amat penting untuk tidak melihat perusahaan yang dipimpin sebagai sebuah kerajaan kecil. Ketika roda perusahaan sudah bergulir dengan baik untuk beberapa saat, ini berarti Anda sudah memiliki tenaga-tenaga yang berbakat. Karenanya, disarankan untuk berhati-hati dalam melangkah. Jangan sampai Anda seperti membangun sebuah kerajaan kecil milik Anda di dalam perusahaan. Sebagai pemimpin, usahakanlah untuk memandu karyawan Anda, namun jangan mengimplementasikan parameter lebih dari yang diperlukan. Penting untuk bisa memandu bawahan Anda dan untuk menciptakan atmosfer agar mereka bisa percaya kepada Anda untuk memandu mereka.

Terbuka untuk Mencoba Hal Baru
Salah satu ranjau potensial dari sebuah perusahaan yang sedang berkembang adalah rutinitas dan stagnasi. Memang sulit untuk mau mulai menjajaki hal baru dan mencoba untuk mengubah apa yang sudah ada ketika segalanya sudah berjalan damai Padahal, kepemimpinan yang bijaksana harusnya bisa dan mau melakukan perubahan yang disesuaikan dengan zaman demi perbaikan dan perkembangannya sendiri.

Bhineka Tunggal Ika
Menurut situs MSN, saat ini karyawan dari perusahaan-perusahaan sudah sangat beragam. Jika dahulu karyawan perusahaan didominasi oleh pria berkulit putih, tapi sekarang latar belakang karyawan sudah bercampur, baik secara gender, suku, ras, dan kultur. Tak sedikit pula perusahaan yang sukses dimotori oleh karyawan-karyawan yang latar belakangnya beragam. Pemimpin yang bijaksana akan berusaha untuk memenuhi hal ini semampunya. Kompetisi, yakni sebuah dorongan konstan untuk menyelesaikan tugas lebih cepat, lebih baik, dan lebih murah merupakan sebuah mandat yang kita coba pelajari dan laksanakan secara efektif dengan adanya perbedaan di kantor. Sebuah perusahaan yang berusaha menggabungkan dan mengapresiasi perbedaan ke dalam kultur perusahaannya akan membuat dirinya lebih kuat dan memiliki daya bertahan yang lebih baik.

Bangun Komitmen yang Baik
Bangun dan buktikan bahwa Anda memiliki komitmen. Rancang rencana yang masuk akan dan meyakinkan untuk mencapai tujuan akhir Anda. Jangan lupa untuk membuat tabel waktu yang masuk akal untuk merampungkan tujuan tersebut.

Selesaikan Pekerjaan
Kebanyakan pimpinan senang mengutarakan rencana besar mereka, tapi berapa banyak dari para bos ini yang benar-benar bisa menyelesaikan apa yang mereka katakan? Pimpinan yang tak bisa menyelesaikan atau membuktikan perkataannya akan kehilangan kepercayaan dari anak buah dan pelanggannya. Kemampuan untuk menyelesaikan tugas dan hal-hal yang dikatakan sangat krusial. Cobalah untuk membangun tujuan dan ukur kemampuan Anda untuk bisa menyelesaikannya.

Apresiasi Tulus
Seorang pimpinan harus bisa bersikap tegas, sekaligus juga bisa mengayomi dan bijaksana. Jika ada anak buah yang mampu menyelesaikan target, Anda pun harus bisa menyampaikan apresiasi Anda kepadanya. Pimpinan yang memiliki pandangan ke depan harus bisa dan mau memberikan pujian dengan imbalan setimpal yang benar-benar diwujudkan, seperti promosi, kenaikan gaji, bonus, dan lainnya. Hal semacam ini akan memotivasi karyawan, tak hanya untuk membuat produktivitas mereka meningkat, tapi juga keinginan untuk setia kepada perusahaan lebih lama.

Kemauan untuk Terus Belajar
Tak sedikit eksekutif bisnis percaya bahwa kemampuan kepemimpinan datang dari sebuah pencerahan atau hadiah dari langit. Tentu, ide-ide bagus bisa datang kepada kita begitu saja, namun, untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat, ia harus mau untuk terus belajar. Bacalah buku mengenai kepemimpinan yang efektif, datangi seminar, atau apa pun itu. Akan butuh kerja keras dan upaya, namun akan menjadi keuntungan untuk Anda di kemudian hari.

Busana Muslim Yang Cocok Untuk Anak – Anak

Berdandan harus sesuai umur, itu pendapat kebanyakan orang seh , tapi emang benar kalau kita masih remaja tapi dandanan kayak emak – emak juga ga wajar kelihatannya, dandanan lebih tua dari usia. Saya Fitri telaj berumah tangga dan mempunyai anak berusia 7 tahun, Fatimah namanya. Saya senang membelikan BUSANA MUSLIM, tetapi yang tidak norak sesuai dengan usianya. Jika saya mengajak Fatimah jalan – jalan ke mall, tempat paling pertama ia tunjuk adalah lantai yang menjual BAJU MUSLIM, yah hoby anak saya hamper sama dengan saya.

Namun saya tidak terlalu memanjakan dia dan mengulur hobynya tersebut. Fatimah suka warna hijau muda, dan merah muda. Tepat sekali untuk anak seusianya. Untunglah anak saya tahu tentang warna yang soft. Baju Fatimah kini telah ada lebih dari dua puluh buah, yang rencananya akan disumbangkan ke panti asuhan sebanyak sepuluh buah. Karena saya selalu mengajarkan anak saya untuk berbagi kepada saudara kita yang kurang mampu.

Yuk, Bikin Anggaran Belanja!


Anggaran belanja harus dibuat sejak awal agar bisa memastikan keadaan pemasukan dan pengeluaran terjaga dengan baik. Berikut tips untuk mengatur anggaran bulanan, mingguan, dan harian Anda.

Anggaran Bulanan

Menurut Fauziah Arsiyanti SE, MM, Dipl. FP, anggaran belanja idealnya dibuat mulai dari anggaran bulanan. Hitung berapa pendapatan per bulan. Setelah itu, bagi pendapatan tadi ke berbagai pos untuk membayar tagihan tetap bulanan, sisakan pula untuk menabung. Tak masalah jika sisa yang bisa ditabung hanya sedikit, yang penting konsisten dan disiplin.

Lebih baik rajin menabung selagi masih muda. Dan sebaiknya, mulailah menabung di awal bulan, bukan di akhir bulan. Jika punya pendapatan Rp 8 juta per bulan, idealnya jumlah tabungannya sebesar 3 kali dari Rp 8 juta, sebagai dana cadangan untuk kondisi darurat.

Jika sudah punya satu anak, jumlah tabungan idealnya 4 kali dari Rp 8 juta, bila punya 2 anak, idealnya 5 kali dari Rp 8 juta, dan seterusnya. Uang itu nantinya bisa digunakan bila tiba-tiba jatuh sakit, keluar dari pekerjaan, atau terkena PHK. Uang itu setidaknya bisa membuat Anda bertahan hingga 3 bulan.

Dapat dibayangkan, betapa bahayanya bila Anda sama sekali tiak punya tabungan satu rupiah pun. Bila demikian, mau tak mau Anda terpaksa harus berhutang. "Anutlah pepatah, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian," saran Zizi, panggilan akrab Fauziah.

Anggaran Mingguan
Membuat anggaran mingguan bisa dnegan cara seperti ini: bila punya pendapatan Rp 8 juta, bagi menjadi 4 bagian (masing-masing rp 2 juta), untuk minggu pertama, kedua, ketiga, dan keempat. masukkan uang tadi ke dalam 4 amplop.

Jika sudah bisa melakukan ini, anda dapat melihat kekurangan dan kelebihan uang yang dipergunakan. Jalani setiap minggu dengan uang tadi. Bila habis Rp 2 juta dalam seminggu, ya tidak apa-apa. Bila ternyata bisa bersisa, ya Anda harus bersyukur lalu sishkan untuk minggu berikutnya. Namun, bila seandainya kurang, terpaksa Anda mengambil dari amplop lainnya.

Anggaran Harian
Yang dimaksud dengan anggaran harian adalah mengumpulkan bon-bon pembelian dan mencatat pengeluaran yang dilakukan sepanjang hari itu. Zizi bahkan menjalani hal ini, dan bahkan masih menyimpan bon-bon pembelian sejak ia menikah sampai punya satu anak.

Mengapa bon-bon pembelian harus dikumpulkan? Ternyata untuk mengetahui ke mana saja uang dibelanjakan dan apa yang paling besar dibelanjakan. Kebutuhan harian lainnya, dapat digunakan untuk kebutuhan dapur, uang saku anak, pulsa HP, tagihan internet, dan lainnya.

Dengan mencatat semua pengeluaran secara rutin setiap hari, Anda akan selalu mengetahui berapa biaya yang sebaiknya harus dikeluarkan setiap hari. Hal ini akan bisa membantu mengubah perilaku belanja Anda agar tidak berlebihan. Selamat mencoba!

Berkantor Dekat Mal Bikin Konsumtif



Semakin banyak pusat-pusat perbelanjaan baru yang didirikan di sekitar area perkantoran di Jakarta. Sebut saja kawasan Senayan dengan Senayan City dan Plasa Senayan, serta Sudirman dengan Pacific Place dan fx Entertainment Center.

Berkantor dekat dengan mal tentu memberikan keuntungan. Hampir semua kebutuhan bisa terpenuhi, dari makan siang, mencari gadget baru, membeli pakaian atau sepatu baru ketika mendadak Anda harus menghadiri jamuan makan penting, mampir ke salon ketika belum sempat keramas, atau apa pun yang mendadak Anda butuhkan.

Namun tak jarang, mengunjungi mal bukan lagi disebabkan kebutuhan, melainkan keinginan. Jarak yang dekat (bahkan beberapa perusahaan berkantor di gedung mal tersebut) membuat karyawan sulit menghindar dari godaan untuk makan dan browsing department store yang sedang menggelar diskon.

Upik Rubiyanti, copywriter di sebuah advertising agency, mengalami kemudahan ini. Tempat kerja terdahulunya di kawasan Senayan sangat memungkinkan ia untuk nyaris setiap hari mengunjungi Plasa Senayan. "Soalnya ada jalan penghubung antara kantor dengan mal. Jadi sangat mudah menuju mal tanpa harus keluar gedung," tukasnya pada Kompas Female.

Hampir tiap pagi, Upik rutin membeli sarapan di mal. Siangnya, perempuan yang mengaku hobi belanja ini, kembali mendatangi mal tersebut untuk makan siang. Sesekali melewati beberapa toko ketika ingin kembali menuju kantor. Jika ada toko yang memajang pengumuman diskon hingga 50 persen, Upik sudah pasti segera mendatanginya.

"Kalau kebetulan lewat ada permen yang bentuknya menarik atau ada minuman baru yang layak dicoba, mampir deh," katanya sambil tertawa berderai-derai.

Rupiah yang dibelanjakan sekali memasuki mal, minimal Rp 20.000. Upik mengaku pernah tergiur membelanjakan uang hingga Rp1 juta saat ada diskon. "Tapi ukurannya diskon, ya. Kalau tidak diskon ya tidak tertarik beli," kilah perempuan bertubuh mungil ini.

Upik menggunakan 40 persen dari gajinya untuk berbelanja karena tergiur diskon. Kartu kredit memudahkannya untuk berbelanja, meski ia mengaku saat tagihan datang, raut wajahnya bisa berubah tak enak.

Hal ini juga terjadi pada Sandra (bukan nama sebenarnya), yang bekerja di sebuah public relations agency di kawasan Sarinah Thamrin. Jarak mal dari kantornya hanya dipisahkan jalan utama Thamrin Raya. Jembatan penyeberangan pun tak jadi hambatan baginya berkunjung
ke mal untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak.

"Awalnya belanja kebutuhan kantor, tapi kalau sekilas lihat ada diskon, ya mampir juga," ujarnya.

Seringkali barang yang dibelanjakan tidak begitu dibutuhkan. Sekitar 20 persen penghasilannya terpakai untuk pengeluaran tak terencana ini. Mesti mengaku sedikit menyesal saat melihat saldo rekeningnya menipis, godaan diskon masih mampu membujuknya untuk terus mampir ke pusat perbelanjaan tersebut.

Kedua perempuan ini memiliki pendapat serupa, bahwa berkantor dekat mal membuat mereka menjadi sangat konsumtif. "Satu-satunya cara untuk tidak belanja adalah saat keuangan sudah mulai menipis. Saat itu hobi belanja ditekan," kata Sandra.

Sedangkan Upik merasa tertolong oleh pekerjaannya yang menyita waktu. Hanya kesibukan di kantor lah yang membuatnya bisa mengurangi kebiasaan berbelanja dan berkunjung ke mal.

Anda ingin tahu apa saja barang setengah harga yang berhasil menyita perhatian mereka setidaknya dalam 15 menit?
* Pakaian
* Sepatu
* Buku
* Pernak-pernik
* Makanan dan minuman
* Alat tulis
* Aksesori

Bagaimana dengan Anda yang berkantor di dekat pusat perbelanjaan lain?

Menyusun APBN Rumah Tangga


Tahun baru adalah saatnya introspeksi diri, termasuk soal pengeluaran. Mungkin selama ini Anda termasuk orang yang tak suka dengan rencana keuangan tahunan. Dan berpikiri jika pengeluaran cukup direncanakan per bulan saja.

Padahal jika direncanakan sejak awal tahun, Anda bisa lebih berhemat dan menyadari bagaimana gaya hidup Anda selama ini. Apakah pengeluaran selama ini sudah cukup efektif atau suka membengkak di mana-mana? Nah, bagaimana anggaran belanja bisa diperhitungkan tahunan? Simak pemaparan Eko Endarto, RFA dari Finansia Consulting - Jakarta.

Anggaran Rutin dan Khusus
Langkah pertama yang harus diambil sebelum menentukan perincian anggaran tahunan, dengan membagi anggaran dasar menjadi dua kriteria; rutin dan khusus. Pembagian ini sesuai dengan tujuan mencapai keinginan dan kebutuhan keluarga.

Anggaran khusus merupakan jenis pengeluaran yang direncanakan untuk kebutuhan khusus atau tujuan tertentu, seperti menyekolahkan anak, rencana berlibur, DP rumah, dan sebagainya. Anggaran khusus ini tak harus merupakan rancangan untuk rencana di tahun yang sama. Namun juga bisa disisihkan untuk beberapa tahun kemudian. Misal, untuk berlibur ke luar kota di tahun 2012, atau anggaran sekolah anak untuk masuk SMA tahun 2015, dan sebagainya.

Sedangkan anggaran rutin adalah anggaran yang dibuat untuk kebutuhan yang besarnya sama dengan tahun-tahun sebelumnya plus nilai inflasi. Misalnya, anggaran untuk pembayaran utang, setoran rutin investasi dan belanja rutin keluarga.

Tentukan Prioritas
Pada dasarnya semua anggaran pengeluaran memiliki skala prioritas, agar pengelolaan keuangan dapat dipantau. Misalnya, 10 persen untuk sosial keagamaan, 30 persen untuk cicilan hutang, 20 persen untuk setoran investasi dan proteksi (asuransi), sisanya untuk kebutuhan rutin dan biaya hidup.

Barulah bisa dimainkan dari pos kebutuhan hidup yang cenderung fluktuatif. Buat prioritas kembali, kebutuhan yang benar-benar pokok, kebutuhan sekunder dan tersier (mewah). Tujuannya agar pengeluaran benar-benar untuk memenuhi kebutuhan bukan sekadar keinginan.

Jangan lupa sisihkan anggaran cadangan sekitar 3 kali pengeluaran bulanan. Bisa diupayakan dengan menyisihkan 20 persen dari setoran investasi (dalam rekening tersendiri), kemudian baru dimasukkan ke produk investasi sesuai jangka waktu tujuan. Dana cadangan ini bermanfaat sebagai buffer, jika terjadi sesuatu dengan penghasilan rutin rumah tangga. Mosal, suami terkena PHK, pengeluaran rutin membengkak sehingga harus mencari penghasilan baru, pengeluaran mendadak atau terjadi hal-hal yang tak diinginkan yang tidak terjamin asuransi, dan sebagainya.

Sistem Kalender
Setelah prediksi anggaran dibuat, selanjutnya perlu rencana yang lebih konkret. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk merealisasikan anggaran tahunan, salah satunya dengan menggunakan sistem kalender. Caranya, buat daftar yang memuat tentang kapan, berapa, dan untuk apa pengeluaran dilakukan. Lalu konversikan pada kalender yang ada di rumah.

Namun hanya untuk pengeluaran khusus dan pengeluaran rutin yang besar saja. Anggaran rutin tidak dimasukkan ke dalam kalender, karena sudah bersifat rutin dikeluarkan dan tidak perlu diingatkan secara khusus.

Jangan lupa tetap memisahkan anggaran rutin dan khusus. Tujuannya agar pemegang keuangan keluarga bisa ingat dan tak lupa kewajiban serta komitmennya. Misalnya, pada tiap tanggal 1 bulan Januari hingga Desember bayar cicilan mobil, tiap tanggal 15 Januari hingga Desember bayar setoran pendidikan anak, dan seterusnya.

Patuhi yang Sudah Dibuat
Setelah seluruh anggaran selesai dibuat bersama pasangan, langkah selanjutnya adalah lakukan apa yang sudah Anda tuliskan dan catat apa saja yang telah Anda lakukan. Catatan diperlukan untuk mengevaluasi apakah tindakan kita sudah sesuasi dengan rencana dan anggaran. Selamat merancang keuangan di tahun 2010!

Sisa Gaji di Bank, Bijaknya Diapakan, Ya?


Hampir sebagian besar pembayaran gaji saat ini sudah dilakukan melalui cara transfer (pemindahbukuan) dari rekening perusahaan (pembayar gaji) ke rekening karyawan (penerima gaji), dan tidak lagi dilakukan dengan membayar secara tunai atau cash. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam hal sistem administrasi dan lebih aman dilakukan. Dengan demikian, seorang karyawan diwajibkan memiliki sebuah rekening tabungan di bank yang sama dengan bank yang dipakai perusahaan.

Sebaiknya Anda membuka sebuah rekening masa depan, selain rekening gaji di bank yang sama. Rekening gaji dipakai untuk masuknya gaji dan keluarnya pembayaran sebagai tagihan sehingga saldonya akan selalu kering. Adapun rekening masa depan dapat Anda pergunakan untuk menampung dan mengakumulasikan dana masa depan. Jadi, saat Anda menerima pendapatan di rekening gaji, maka segera transfer sebesar minimal 10 persen ke rekening masa depan, selanjutnya bayar segala utang (termasuk kartu kredit). Sisanya silakan Anda pakai untuk biaya hidup selama bulan tersebut, dan jangan gesek lagi kartu kredit Anda (jangan berutang).

Saat dana Anda di rekening masa depan sudah terakumulasi dan cukup besar, serta memenuhi syarat untuk dipindahkan ke deposito, silakan alihkan dan ubah bentuk dana masa depan Anda dari bentuk rekening (tabungan) ke sertifikat deposito.

Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dengan seksama bila Anda ingin menaruh dana di deposito adalah sebagai berikut:

- Pastikan langganan Anda mengikuti Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
- Anda menaruh dana di produk perbankan, dan bukan produk lainnya.
- Dana yang dijamin oleh LPS dengan batas maksimal sebesar Rp 2 miliar.
- Bunga simpanan dan deposito yang diberikan bank tidak boleh melampaui tingkat suku bunga yang diperkenankan oleh LPS. Jadi jangan berpikiran bahwa bila uang Anda ditaruh di bank, maka dana lantas aman 100 persen. Selain 3 hal di atas, ada 1 syarat lagi yang harus Anda penuhi bila Anda ingin dana Anda dibayar kembali oleh LPS (bila bank Anda bankrut), yaitu: Anda tidak boleh memiliki catatan buruk dan pernah melakukan sebuah tindakan yang merugikan bank tersebut.

Anda disarankan untuk menaruh uang sebesar 1 bulan gaji di rekening tabungan masa depan, dan 2-5 kali gaji Anda dalam bentuk deposito yang dapat Anda cairkan setiap saat dalam keadaan genting. Bila ternyata dana Anda sudah melampaui 6 kali gaji Anda, maka mulailah memikirkan untuk segera mentransfer dana masa depan Anda dalam bentuk logam mulia (LM).

Mengapa disarankan untuk menaruh maksimal 6 kali gaji Anda di bank? Suku bunga bank yang Anda peroleh tidak akan mampu mengalahkan tingkat inflasi yang terjadi sehingga bila Anda menaruh seluruh dana masa depan di bank, maka Anda akan menjadi "miskin" secara otomatis. Nilai dan daya beli uang Anda akan menurun seiring berjalannya waktu. Untuk itu, Anda disarankan untuk mulai masuk ke dalam investasi LM dan reksa dana.

Etika Berkirim E-mail Bisnis


Selain pembawaan diri dan penampilan, ternyata cara seseorang menuliskan e-mail bisa mengungkap kepribadiannya. Berikut adalah beberapa panduan mengenai penulisan e-mail untuk membuat Anda tetap terlihat profesional.

1. Kirimkan konfirmasi follow-up
Jika Anda dan rekan kerja atau bos baru saja selesai menyepakati suatu keputusan secara langsung, namun tak ada notulen, segeralah menuliskan hasilnya dalam surat elektronik untuk segera dikirimkan kepada orang tersebut. Ini penting untuk mencegah kesalahpahaman, ketidaksetujuan, dan kelupaan. Mengkonfirmasi keputusan dalam bentuk tulisan memastikan setiap orang memiliki kesamaan dan memastikan segalanya terbahas untuk mencegah kesalahan di masa mendatang.

2. Mengedit diri sendiri
Untuk surat-surat penting, selalu pastikan Anda mengecek ulang untuk kesalahan pengetikan setidaknya sekali sebelum dikirimkan. Untuk hasil yang lebih pasti, sebelum dikirim, coba cetak dalam bentuk kertas, kemudian baca kembali. Kritislah pada tulisan Anda sendiri. Apakah ada salah huruf, salah penggunaan kalimat, hingga kemungkinan terjadinya salah paham.

3. Pikir sebelum mengirim
Ada sebagian orang yang seringkali tersulut emosi saat akan menjawab e-mail yang kontroversial atau berpotensi memicu adu mulut. Anda tentu masih ingat kasus Prita Mulyasari dan Luna Maya, kan? Mereka menuliskan komentar dalam bentuk yang kurang mengenakkan bagi pihak lain sehingga akhirnya berujung tidak menyenangkan. Jika Anda akan membalas surat elektronik yang berpotensi memicu kemarahan, cobalah untuk menuliskan apa yang ingin Anda katakan, setelah selesai, jangan dulu dikirim. Biarkan tulisan itu hingga satu jam, sementara Anda melakukan hal lain yang jauh dari komputer. Setelah satu jam, baca kembali surat Anda. Perkirakan dan tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah jawaban yang Anda tuliskan itu cukup profesional, produktif, tidak merugikan siapa pun, dan memberikan manfaat untuk orang lain? Jika ya, silakan kirim. Jika tidak, segera klik tombol delete.

4. Hormati BCC
BCC, kolom yang ada di bawah alamat e-mail tujuan merupakan singkatan dari blind carbon copy. Artinya, ketika Anda menuliskan alamat tujuan di bagian tersebut, maka alamat tersebut tak akan terlihat di e-mail si penerima. Ketika Anda menerima e-mail dari orang lain, dan alamat e-mail Anda tidak terlihat di daftar kiriman, ini berarti bahwa si pengirim tidak ingin ada orang lain mengetahui bahwa Anda mendapatkan e-mail tersebut. Sayangnya, banyak orang merespon e-mail dengan cepat, sehingga mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang disembunyikan keterlibatannya. Untuk melindungi diri Anda dan si pengirim, jangan merespon surat yang dikirimkan kepada Anda dalam bentuk BCC. Dan selalu pastikan bahwa keterlibatan Anda sudah diketahui secara publik sebelum merespon pada e-mail grup.

5. Perhitungkan kesopanan dalam mengirimkan respon apa pun

Untuk surat-surat yang penting, akan sangat diharapkan balasan. Ketika Anda menerima surat penting, dan si pengirim pun meminta konfirmasi, kirimkanlah surat pemberitahuan bahwa Anda sudah menerima surat tersebut. Namun, ini bukan berarti bahwa setiap surat yang Anda terima dari rekan kerja harus Anda balas. Rekan kerja Anda juga akan kesal jika inbox e-mail-nya hanya berisi surat konfirmasi bahwa Anda sudah menerima e-mail darinya. Andalah yang lebih tahu, respon apa dan kapan diperlukan.

6. Jangan melibatkan emosi
Tempat kerja adalah tempat untuk berbisnis. Seharusnya isi e-mail yang tentang pekerjaan, sifatnya profesional dan resmi. Ingatlah, bahwa beberapa perusahaan memiliki kebijaksanaan untuk memonitor e-mail yang dikirim dan terkirim.

7. Jangan terbiasa menggunakan fitur "reply all"
Satu-satunya alasan tepat untuk membalas rantai e-mail ke seluruh orang yang dikirimkan (thread) adalah karena Anda memiliki informasi yang ingin dikirimkan kepada seluruh anggota grup tersebut. Tak jarang orang yang mengirimkan balasan dengan fitur reply all, tidak memiliki pesan terlalu penting untuk semua orang. Biasanya kepentingannya hanya kepada si pengirim pertama. Nah, orang-orang lain harus mendapati inbox e-mailnya penuh pesan-pesan tak penting untuknya akan merasa terganggu. Lebih parahnya lagi, kebiasaan menggunakan fitur ini rawan membeberkan informasi yang seharusnya tak diketahui pihak lain. Biasakan untuk hanya membalas surat elektronik berantai kepada si pengirim pertama saja.

8. Jangan mengirimkan e-mail pribadi lewat akun bisnis
Perusahaan Anda memiliki hak untuk membaca segala bentuk komunikasi yang terjadi melalui kanalnya. Ini berarti, segala e-mail yang berisi ekspresi cinta, keluhan kepada bos, atau segala hal yang personal sebaiknya dilakukan melalui akun pribadi saja. Plus, Anda bisa dinilai sebagai orang yang malas jika ada rekan kerja yang menilai Anda sedang melakukan kegiatan pribadi di jam kerja.

9. Jangan mengkomunikasikan segalanya dalam bentuk tulisan
Seringkali, kita, manusia urban bergantung pada fasilitas elektronik, sehingga membatasi interaksi sosial. Sesekali, cobalah untuk menyiapkan waktu untuk berdiskusi dengan rekan kerja Anda secara langsung.

Dana Pensiun Harus Disiapkan Sejak Awal



Boleh jadi usia Anda saat ini masih dalam kategori produktif. Anda pun masih sanggup membiayai kebutuhan keluarga dan bisa memanjakan diri sendiri. Namun bagaimana jika usia sudah beranjak menua, 20 atau 30 tahun ke depan, saat secara fisik Anda tak lagi produktif? Apakah tabungan di rekening bank mampu mengejar nilai barang yang pastinya akan terus naik setiap tahunnya?

Hitung kembali saldo Anda. Jika dikalkulasikan dengan pertumbuhan inflasi 10 per tahunnya, dan bunga tabungan yang hanya 5 persen per tahun, Anda akan menemui sejauh mana tabungan konvensional di bank mempunyai daya beli kuat mengimbangi inflasi ke depannya.

Syafriady Hutagalung, manajer senior agen Prudential, mengatakan kepada Kompas Female masih ada anggapan rancu tentang masa pensiun dan dana pensiun.

"Istilah pensiun berlaku terhadap seseorang yang sudah produktif pada usia tertentu, 50 - 60 tahun. Namun tak sedikit orang pada usia ini masih bekerja dan mencari nafkah dikarenakan mereka tidak menyiapkan dana pensiun sejak masih produktif," jelas pria yang kerap dipanggil Adhie ini.

Menurut Adhie, masa produktivitas bisa saja berkurang, namun biaya hidup terus meningkat. Anda juga boleh pensiun, tetapi biaya hidup tidak akan pernah pensiun. Pertanyaan penting yang harus segera dijawab adalah bagaimana persiapan Anda sebelum pensiun?

Ada beberapa pilihan untuk mempersiapkan dana pensiun Anda. Berbisnis, menabung konvensional di bank, atau investasi. Masing-masing memiliki nilai lebih, di antaranya seperti dijelaskan oleh Adhie:

1. Berbisnis atau membuka usaha sampingan
Membuka usaha sampingan bisa sangat menguntungkan, karena biasanya dengan membuka usaha, bisa didapat hasil yang besar dalam tempo yang lebih cepat. Tetapi Anda harus siap dengan segala konsekuensi bisnis.

Setidaknya pebisnis harus siap dengan sejumlah hal seperti:
* Pertumbuhan permintaan dan penawaran (supply-demand).
* Produksi.
* Sikap mental seperti kesabaran, ketekunan, dan komitmen yang akan sangat menentukan kesuksesan bisnis.

Jika berbisnis menjadi pilihan, memang pertumbuhan uang akan sangat progresif. Apalagi jika Anda memilih usaha yang tak memerlukan modal besar seperti jasa konsultan. Berapa nilai dana yang akan terkumpul dari cara ini akan bergantung penuh pada usaha Anda menjalankan bisnis.
Jumlahnya bisa sangat besar, yang artinya simpanan dana pensiun Anda di masa mendatang pun bernilai tinggi sejalan dengan aset dan produktivitas bisnis yang terus berkembang.

2. Menabung secara rutin
Setiap orang pastinya memiliki rekening tabungan konvensional di bank pilihan. Bagi karyawan, uang gaji disisihkan sekian persen untuk ditabung. Cara ini sah saja jika lebih memungkinkan untuk Anda. Namun harus siap dengan resikonya, yakni:
* Daya beli menurun di masa mendatang, artinya nilai dana yang Anda simpan di bank akan tak sebanding nilai kebutuhan di masa mendatang.

* Pajak. Jika Anda menabung seratus juta di bank, pemerintah akan memotong pajak sebesar 20%. Artinya, nilai dana tabungan akan menurun.

* Inflasi dengan pertumbuhan rata-rata 10 persen per tahun. Artinya, 20 tahun mendatang nilai dana Anda tidak mampu mengimbangi tingginya harga kebutuhan dasar. Karena bunga hanya berada dalam kisaran 5 persen, tingginya inflasi masih belum menutupi kebutuhan.

* Sikap tidak disiplin. Banyak keluarga menetapkan berbagai pos pengeluaran terlebih dahulu, baru kemudian ”sisanya” ditabung. Cara ini membuat tabungan tidak optimal dan cenderung akan dikorbankan apabila ada pengeluaran tambahan di luar yang rutin.

3. Investasi
Instrumen investasi bisa beragam. Pilih yang paling tepat untuk Anda, apakah saham, obligasi, reksadana, asuransi, atau lainnya yang bersifat investasi jangka panjang (long term investment).

Bicara asuransi, menurut Adhie, produk tabungan berjangka atau rencana dewasa ini disertai fitur asuransi. Dengan demikian, target dana atau rencana yang diinginkan dapat tetap tercapai meskipun terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Besaran nilai investasi pada tahap ini kembali
kepada tujuan Anda, seberapa besar nilai dana pensiun yang ingin Anda kumpulkan dalam jangka waktu tertentu.

"Pada intinya, pilih instrumen investasi yang bisa menumbuhkan dana di atas bunga deposito dengan merujuk kepada nilai masa depan atau future value," tukas Adhie.

Dengan perencanaan tepat, di saat waktu pensiun tiba (bisa jadi pensiun dini), simpanan Anda sudah mampu membiayai hidup Anda sepenuhnya di masa mendatang. Jadi, siap memulainya sekarang?

Menghadapi Rekan Kerja yang Nyebelin



Di berbagai tempat kerja, pasti akan ada rekan-rekan kerja yang sulit dihadapi. Padahal, untuk mencapai gol, diperlukan kesamaan visi dan saling menghormati. Bagaimana cara menghadapi rekan kerja yang sulit agar tetap bisa bekerja dengan efektif? Coba ikuti tips berikut:

1. Samakan tujuan dan visi
Adalah hal yang wajar ketika dua orang memiliki berbeda pendapat. Hal semacam ini sering terjadi ketika sedang melakukan sebuah proyek. Hal ini terjadi pada Anda dan rekan kerja? Agar masalah tidak berlarut-larut, Anda dan dia harus duduk bersama dan memikirkan apa kesamaan dasar pandangan. Entah itu dengan menyamakan tujuan atau memastikan Anda dan dia sama-sama tahu apa yang harus dikerjakan. Dengan menemukan kesamaan, Anda dan dia bisa menentukan langkah selanjutnya. Jangan lupa untuk mencatat hasil perbincangan 4 mata Anda dan dia agar sama-sama sepakat. Hal ini akan membantu anggota tim yang lain tidak mengambil pihak dan mencegah kesalahpahaman di kemudian hari.

2. Mencoba menempatkan diri di pihak lain
Ketika Anda melihat dari satu sisi saja, pandangan Anda tidak akan bisa meluas. Cobalah sesekali mencoba menempatkan diri di posisi rekan kerja Anda. Lihat dari sudut pandangnya. Contoh kasus, Anda sudah berusaha menuliskan email kepada rekan kerja Anda secara detail, tapi ia hanya membalas dengan satu kalimat saja, Anda merasa diremehkan. Padahal, sebenarnya ia pun sedang sibuk atau memang ia tipe yang praktis dan to the point. Jangan terlalu memusingkan sesuatu yang tak perlu.

3. Mengalah untuk menang
Akan ada saat-saat ketika rekan kerja Anda secara sadar atau tidak, mencoba memancing emosi Anda. Memberikan komentar-komentar yang tidak menyenangkan dan cenderung membuat Anda merasa marah. Ketimbang tersulut emosi, cobalah untuk tetap tenang, apakah tenaga Anda yang terbuang karena rasa marah itu sepadan untuk dikeluarkan? Beri respon sopan dan langsung atau respon dengan ucapan terima kasih untuk kepeduliannya memperhatikan Anda. Apa pun respon Anda, hindari yang sifatnya sarkasme. Ketika respon Anda akan komentar menyebalkannya itu tidak tersulut dan menjawab dengan sopan tanpa menyinggung siapa pun, ia mungkin akan berusaha untuk berbuat baik pula pada Anda di masa mendatang.

4. Jangan mengharap ada permintaan maaf
Adalah hal yang sangat tidak menyenangkan ketika seorang teman kerja melakukan kesalahan yang berdampak pada pekerjaan Anda, lalu kemudian bertingkah seperti tak ada yang salah. Untuk mengatasinya, ada baiknya Anda memberitahukan kepada orang tersebut apa saja yang rusak karena insiden ciptaannya itu, namun jangan terlalu menekannya agar ia bisa belajar juga. Sefrustasi apa pun Anda, menunjuk kesalahan pada satu orang dan terus mengungkitnya hanya akan memperburuk keadaan. Jika masalahnya memang sangat serius, bicarakanlah pada atasan Anda. Fokuslah pada apa yang bisa Anda lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dan sebaliknya, jika ternyata Andalah yang melakukan kesalahan, sebaiknya Anda mengakui kesalahan tersebut, dan mulai mengambil langkah-langkah tanggung jawab karena kesalahan tersebut.

5. Jangan terlalu dibawa ke hati
Akan ada orang-orang yang sikapnya memang tidak pantas ditiru. Misal, meski Anda sudah menyapanya di pagi hari, ia tetap saja berjalan dan tidak menggubris Anda. Atau, ada rekan kerja yang sulit bekerja dalam satu tim. Padahal, tanpa kita ketahui, sebenarnya bisa saja hal tersebut terjadi karena orang yang pertama tadi bukanlah tipe yang bisa bekerja di pagi hari. Sementara orang yang kedua, bisa saja di tempat kerjanya yang terdahulu, atasannya tak pernah memberinya pujian. Bahwa tindakan-tindakan tersebut bukanlah karena mereka tidak suka dengan Anda, tapi karena memang sikap mereka saja yang seperti itu. Jangan terlalu membawa ke hati sikap-sikap orang yang tak menyenangkan.

6. Ramah
Anda tak perlu menjadi sahabat semua orang. Anda hanya perlu memiliki sikap mampu beradaptasi, mudah diajak bekerja sama, dan tetap sopan. Ketika semua orang sudah mengetahui kualitas dan keramahan Anda, maka Anda akan selalu punya teman.

7. Mawas diri
Ingatlah, bahwa kebiasaan Anda pun juga bisa saja membuat rekan kerja Anda merasa kesal seperti Anda merasa kesal dengan kebiasaan mereka. Misal, surat elektronik yang Anda kirimkan ke rekan-rekan bisa berlembar-lembar panjangnya, padahal pertanyaan dan inti pokoknya bisa dituliskan singkat. Hal ini bisa membuat rekan kerja frustasi dan merasa kesal. Selalu mawas diri dan mampu menilai diri akan membantu kualitas interaksi Anda dan teman-teman kerja.

Kemampuan seseorang untuk bisa beradaptasi dan bekerja dengan segala macam tipe kepribadian orang tak hanya bisa membuat suasana kerja lebih menyenangkan, tapi juga bisa membantu karier Anda.Bila Anda sudah mencoba segala cara, namun memang sulit untuk bekerja sama dengan rekan kerja Anda yang menyebalkan, cobalah untuk mendiskusikan masalah tersebut dengan atasan Anda atau bagian Sumber Daya Manusia untuk solusi atau kemungkinan pemindahan divisi. Jangan menyerah dengan mengirimkan surat pengunduran diri terlalu cepat. Anda sudah susah payah masuk ke perusahaan itu, Anda juga sudah bekerja keras, apakah harus berakhir karena masalah hubungan kerja yang tak menyenangkan?

Mengubah Karier pada Usia 30-an: Terlambatkah?


Berdasarkan tabel perkembangan versi Roger Gould, psikiater Amerika dan pemerhati perkembangan psikologi usia dewasa, pada rentang usia 35-43 tahun, seseorang mengalami periode urgensi untuk mencapai tujuan hidup. Ia mulai memiliki kesadaran terhadap adanya keterbatasan waktu dalam memenuhi tuntutan aktivitas sehari-hari dan butuh menyusun kembali tujuan hidupnya.

Krisis paruh baya
Menurut Gould pula, usaha menangani krisis kehidupan pada usia paruh baya dan adanya kesadaran terhadap perasaan urgensi untuk mengatasi "krisis hidup" ini merupakan reaksi alami. Reaksi ini akan membantu individu menuju jalan lebih matang. Upaya untuk bisa menghadapi dan mencari jalan keluar terhadap kondisi ini akan semakin membuka pintu mencapai kedewasaan seseorang.

Usia 30-an merupakan awal periode tengah baya. Anda cenderung melihat peristiwa-peristiwa penting dalam hidup saat ini seolah "memaksa" Anda mengadakan penataan kembali atas tujuan hidup Anda. Sebagai langkah awal, pikirkan kembali apa tujuan hidup Anda. Ini akan memudahkan Anda menentukan prioritas pilihan karier/kerja setelahnya. Renungkan kembali pertanyaan-pertanyaan ini:

- Mengapa saya harus bekerja?
- Apa saja yang telah saya capai dalam hidup? Apa lagi yang ingin saya capai?
- Cara-cara apa saja yang dapat saya lakukan untuk mendapatkan, merasakan, dan mengalami karier/pekerjaan yang lebih berarti?

Misalnya, pertimbangan yang ingin Anda gapai saat ini adalah untuk mencari peluang kerja baru karena lebih merasa tidak mengalami peningkatan karier setelah 5 tahun bekerja. Adapun dari segi penghasilan, Anda merasa cukup. Pikirkanlah lagi apa yang Anda harapkan dengan adanya peningkatan karier tersebut? Apakah karena terlanda jenuh dan ingin jenis tugas dan tantangan baru? Apakah karena jenuh dan ingin tugas lebih sulit dan kompleks? Apakah demi meraih rasa bangga dan percaya diri yang lebih sehat, dengan jabatan baru yang terkesan lebih kredibel? Apakah ingin suasana kerja baru, ingin mendapatkan wawasan baru, atau ingin memperluas networking dengan pihak internal dan eksternal kantor sesuai kapasitas baru nanti?

Manfaatkan evaluasi
Langkah selanjutnya, jika pilihan mengarah pada mempertimbangkan terlebih dulu kemungkinan meminta promosi di kantor Anda sekarang, maka manfaatkan periode evaluasi performance appraisal secara optimal. Dengan begitu, Anda bisa membicarakan dengan obyektif apa saja kekuatan, aspek yang perlu dikembangkan, dan peluang peningkatan karier Anda saat ini.

Carilah waktu untuk berdiskusi dengan atasan dan pihak berwenang mengenai hal ini sehingga Anda akan segera tahu tindakan praktis yang perlu ditempuh untuk kemajuan karier Anda.

Banting setir
Jika Anda sempat terpikir untuk "banting setir" ke sebuah lahan pekerjaan yang jauh dari tempat bekerja sebelumnya, maka penting untuk membekali diri lebih banyak. Untuk memahami pengetahuan, sertifikasi keahlian yang akan dibutuhkan, dan nilai pekerjaan apa yang perlu dimiliki. Introspeksi diri, apakah sikap dan perilaku Anda cenderung sejalan dengan sikap dan perilaku yang dibutuhkan di tempat kerja selanjutnya.

Untuk hasil lebih optimal, coba bicarakan dengan psikolog yang tepercaya. Dengan begini, Anda bisa mendiskusikan minat vocational Anda, sesuai bakat, keterampilan, dan peluang yang ada di depan. Selamat berjuang dalam menggali potensi diri demi meraih karier/kerja yang paling sesuai bagi Anda.

10 Kesalahan Saat Job Interview



Panggilan untuk wawancara yang ditunggu-tunggu telah datang. Wajar bila Anda begitu bersemangat untuk menghadapinya. Hati-hati, jangan sampai semangat Anda malah merusak kesempatan itu. Misalnya, dengan memberikan jawaban yang kurang bijaksana. Apa saja hal-hal yang bisa bikin nilai "pasaran" Anda turun di mata pewawancara?

1. Anda mengatakan, "Inilah pekerjaan impian saya." Walaupun Anda bersungguh-sungguh mengatakannya, 70 persen pewawancara tidak akan terlalu tertarik. Sebab mereka telah mendengar hal yang sama dari pelamar-pelamar lainnya. Akan lebih baik jika Anda memikirkan jawaban yang "out of the box", atau mengatakan bahwa Anda adalah team player yang baik. Setelah itu jelaskan mengapa Anda hebat dalam hal itu.

2. Anda menjelek-jelekkan bos lama Anda. Meskipun Anda terlihat smart saat wawancara, ada baiknya tidak menganggap lemah ataupun menjelek-jelekkan mantan atasan karena menganggap kepimpinannya yang kurang baik. Anda akan dinilai tidak respek pada atasan.

3. Menanyakan jatah cuti, padahal belum diterima. Anda boleh saja punya harapan tentang jatah cuti. Namun jangan bicarakan di awal wawancara, terlebih wawancara pertama. Anda juga tak perlu mengemukakan tentang liburan panjang yang selalu Anda lakukan bersama keluarga setiap tahun. Sebab pewawancara ingin mendengar sebesar apa kontribusi yang akan Anda lakukan pada perusahaan saat diterima nanti.

4. Minum air mineral atau kopi? Sebaiknya hindari minuman berkafein sebelum wawancara, karena bisa menciptakan bau mulut. Selain itu efek kafein bisa merusak konsentrasi saat wawancara, membuat Anda cepat haus, dan ingin buang air terus.

5. Anda berdandan sangat seksi dan menantang. Hm... Anda bukan datang untuk peragaan busana, kan? Jangan berdandan berlebihan yang membuat Anda dinilai lebih mementingkan penampilan ketimbang otak Anda. Pakaian sebaiknya tidak menggunakan detail yang terlalu ramai, semisal gelang yang bergemericing ataupun atasan dengan belahan dada yang rendah. Terlebih jika Anda mengenakan pakaian transparan yang menyiarkan warna pakaian dalam Anda.

6. Membicarakan gaji terlalu dini. Semua pewawancara tahu, kalau Anda pindah kerja untuk mencari penghasilan yang lebih baik. Namun jangan pernah menanyakan soal gaji jika mereka tidak memulainya, termasuk untuk negosiasi gaji. Hal-hal itu akan diungkapkan pada waktunya nanti.

7. Sok akrab. Memang menciptakan suasana santai dan ramah pada pewawancara sangat penting untuk menjalin komunikasi yang baik. Namun jangan terlalu berlebihan. Misalnya membuat banyolan yang membuat mereka merasa Anda punya kepribadian yang aneh.

8. Memakai jeans. Meskipun kantor yang akan Anda datangi memiliki aturan yang sangat longgar soal berbusana, bukan berarti Anda bebas menggunakan jeans saat interview. Gunakan saja celana panjang hitam dengan jaket yang chic.

9. Tidak mematikan ponsel. Anda tidak mau terganggu dengan telepon masuk saat Anda berada di tengah-tengah wawancara, kan? Hal itu bukan saja dianggap tidak sopan, Anda juga akan dianggap tidak serius.

10. Datang terlambat. Sudah pasti dalam benak pewawancara, Anda bukan orang yang disiplin, tidak menghargai waktu, tidak bisa memperhitungkan waktu, dan terlalu cuek.

Powered by Blogger