Makan Siang Nyaman di Kantin Hidayatullah



Mereka yang berkantor di kawasan Sudirman, Gatot Subroto, atau Senayan, tentu akan dengan mudah mengunjungi mal-mal yang berlokasi di area tersebut. Kafe-kafe atau food court di mal-mal tersebut akan langsung ramai dikunjungi para pekerja kantoran pada jam makan siang. Bila sudah menjelang akhir bulan, atau saat sudah bosan dengan cita rasa hidangan di food court, mereka pun beralih membanjiri warung-warung yang banyak didirikan di pinggiran atau belakang gedung perkantoran.

Sebut saja kantin Hidayatullah. Kantin ini terletak di belakang gedung Sampoerna Strategic Square dan Menara Standard Chartered, yang bisa dicapai dari jalan Casablanca. Sebelumnya, para pedagang makanan di kantin tersebut mangkal di depan Masjid Hidayatullah. Setelah terkena penertiban, mereka justru dilokalisasi di belakang dua gedung tersebut. Para pedagang dikenakan biaya sewa secara bulanan.

Setelah menjadi kantin, para pekerja kantoran justru merasa senang. Sebab, selain luas, kantin itu juga sangat rapi dan nyaman. Setiap siang pukul 12.30 hingga 14.00, mereka yang berkantor di kawasan Sudirman dan Casablanca tampak berbondong-bondong mengunjungi kantin tersebut. Tak terkecuali Kompas Female, yang kebetulan sedang mampir ke tempat tersebut.

Menu yang ditawarkan di kantin yang berdiri hampir dua tahun lalu itu kebanyakan makanan tradisional. Sebut saja sop iga, sate padang, sate kambing, masakan padang, soto mie, siomay, lontong dan ketupat sayur, hingga jajanan yang bisa menjadi dessert seperti rujak buah, sop buah, dan aneka es.

Meskipun ramai, soal kebersihan dan kenyamanan kantin ini bisa dibilang sangat baik. Tak heran para pekerja kantoran itu betah berlama-lama nongkrong sambil bercanda dengan teman-temannya. Sebut saja Indah. Wanita, yang bekerja di salah satu perusahaan multinasional di bilangan Sudirman, ini mengaku selalu menyambangi kantin Hidayatullah.

''Lokasinya dekat, tempatnya juga lumayan luas. Makanannya bervariasi, murah lagi!'' jelas Indah. Ia mengaku lebih suka berlama-lama di kantin karena tidak butuh waktu lama untuk sampai ke kantornya.

''Kalau harus ke mal, waktu perjalanannya sudah habis 30 menit pulang-pergi. Belum lagi pilih-pilih makanannya, karena banyak lokasi. Booth makanannya juga berjauhan,'' imbuh ibu satu anak itu.

Ia juga mengakui, makan di kantin ini lebih irit, karena harganya cukup murah. Sedangkan kalau makan siang di mal, setelahnya pasti jadi melirik-lirik butik atau department store. Dari melihat-lihat, akhirnya jadi tergoda untuk membeli. Gaya hidup seperti ini tak cocok buatnya, dan Indah cukup berani untuk menjauh dari godaan tersebut.

Tak jauh berbeda dengan Indah, Wawan juga lebih memilih makan di kantin tersebut karena menu makanannya sangat bervariasi.

''Tempatnya luas, mau ngerokok juga enggak masalah. Kalau di mal repot cari parkirannya. Belum lagi makanannya mahal. Kalau di kantin, yang penting makanannya bervariasi dan enak. Selain itu enggak banyak gangguan pengamen,'' jelasnya.

Pekerja kantoran yang belum sempat sarapan di rumah juga bisa mampir untuk membeli makanan. Sebab sejak pukul 07.00 pagi para pedagang yang seluruhnya memakai seragam kaos warna oranye itu sudah siap dengan berbagai menu andalan mereka.

''Jam kerja kita seperti orang kantoran, mbak. Jam 07.00 sudah siap, lalu pukul 17.00 sudah tutup,'' seloroh Ahmad, yang berdagang siomay di situ.

Tiap jam makan siang, setidaknya 30 porsi siomay berhasil dijualnya. ''Keseluruhannya nggak pasti. Tapi yah, dua panci besar ini pasti habis,'' imbuhnya.

Bagaimana dengan Anda? Punya tempat makan siang favorit di sekitar kantor Anda?

Related Posts by Categories



0 Response to "Makan Siang Nyaman di Kantin Hidayatullah"

Post a Comment

Powered by Blogger